Surabaya, Bhirawa – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sukses menorehkan lompatan prestasi internasional yang luar biasa dalam pemeringkatan Sustainable Development Goals (SDGs), posisi dari peringkat 400 besar dunia kini menembus ranking 86 global pada kategori Health and Human Being.
Indikator penilaian SDGs sangat ketat karena mengukur dampak nyata (impact) dan hasil (outcome) yang menyentuh langsung perubahan perilaku serta kualitas hidup manusia di lapangan. Kamis, (2/7/2026)
Tri Rismaharini mengapresiasi pecapapain tersebut, dinilai sebagai pembuktian seluruh elemen civitas akademika bergerak secara masif dan terukur, penilaian SDGs global dikenal sangat selektif karena melibatkan tim penguji yang terdiri dari profesor-profesor terkemuka dari berbagai perguruan tinggi ternama di dunia.
“Mencapai ranking untuk SDGs tidak mudah, apalagi pengujinya adalah para pakar dunia, ketika Unusa bisa melompat ke peringkat 86 pada kategori Health and Human Being, berarti sumber daya manusianya betul-betul bergerak, bukan lagi soal omong-omong urutan universitas, melainkan sudah sampai pada tahap memengaruhi perilaku manusia dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Risma.
Risma mengukapkan indikator utama dari SDGs ialah sebuah program tidak hanya diciptakan, membawa dampak, sepeti pembuatan lapangan kerja harus diukur seberapa besar efektivitasnya dalam menekan angka kemiskinan, ini berhasil dibuktikan oleh Unusa di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Djauhar.
“Tantangan besar berikutnya Unusa ialah mempertahankan capaian tersebut, mengingat mayoritas pembiayaan perguruan tinggi swasta masih bertumpu pada dana mahasiswa, memberikan sejumlah saran dan strategi supaya Unusa dapat terus mandiri,” tuturnya.
Risma menambahkan melalui kolaborasi kuat antara akademisi, sektor swasta, dan optimalisasi jaringan, Unusa optimistis tidak hanya mampu mempertahankan posisinya di peringkat elite dunia, tetapi juga terus memperluas kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas. [ren.kt]


