26.7 C
Sidoarjo
Thursday, June 11, 2026
spot_img

Liga Persik 2026 Bina Pesepak Bola Muda Kediri


Kediri, Bhirawa
Liga Persik Kediri 2026 resmi bergulir dan akan memulai pertandingan perdana pada 14 Juni mendatang. Kompetisi kelompok usia ini diproyeksikan menjadi bagian dari sistem pembinaan pemain muda sekaligus wadah penjaringan talenta sepak bola di Kediri Raya.

Peluncuran kompetisi ditandai dengan seremoni di Auditorium Cakrawala Mandala Nusantara, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Rabu (10/6), yang dihadiri perwakilan tim peserta, pengurus Persik Kediri, serta unsur pemerintah daerah.

Direktur Persik Kediri, Souraiya Farina, mengatakan Liga Persik diharapkan menjadi pijakan awal dalam pengembangan sepak bola usia muda di Kediri Raya. Menurutnya, kompetisi yang berkelanjutan menjadi salah satu elemen penting dalam proses pembinaan pemain.

“Liga Persik musim 2026 ini kami harapkan menjadi salah satu fondasi awal untuk bersama-sama mengembangkan Persik Kediri dan talenta-talenta muda dari Kediri Raya,” ujarnya.

Farina menyebut penyelenggaraan liga tahun ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri sebagai panitia pelaksana atau local organizing committee (LOC). Keterlibatan mahasiswa dinilai membawa gagasan baru dalam pelaksanaan kompetisi, termasuk konsep peluncuran yang digelar di auditorium.

“Idenya agar seluruh klub bisa saling mengenal, menunjukkan identitas masing-masing, dan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal menendang bola, tetapi juga banyak disiplin ilmu dan nilai kehidupan yang dapat dipelajari,” terangnya.

Menurut Farina, kompetisi usia muda tidak hanya bertujuan mencetak pemain berbakat, tetapi juga membangun karakter melalui nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas.

Berita Terkait :  Optimalkan Pembinaan Atlet, Kota Batu Gelar Kejurnas dan Kejurprov Wushu

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kediri, Syamsul Bahri, menilai kompetisi usia muda menjadi bagian penting dalam membangun fondasi sepak bola yang kuat. Untuk menghasilkan pemain berkualitas, kata dia, dibutuhkan sistem pembinaan yang berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Kita memahami bahwa untuk mencetak pemain berkualitas dibutuhkan proses yang tidak instan. Dibutuhkan sistem pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan didukung kompetisi yang konsisten,” kata Syamsul.

Ia menjelaskan, kompetisi kelompok usia U-15 dan U-17 memberikan ruang bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun mental bertanding dan kerja sama tim. Di sisi lain, format liga juga mendorong klub-klub internal lebih serius dalam mengelola pembinaan pemain.

“Pada akhirnya para pemain ini dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari jenjang pembinaan menuju Persik Kediri,” jelasnya.

Selain menjadi wadah kompetisi, Liga Persik Kediri 2026 diharapkan mampu memperkuat basis data pemain muda potensial yang dapat diproyeksikan ke jenjang pembinaan berikutnya. Syamsul berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan pemain-pemain lokal yang dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

“Semoga dari kompetisi ini lahir talenta-talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kediri di level yang lebih tinggi,” pungkasnya. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!