29.6 C
Sidoarjo
Tuesday, May 19, 2026
spot_img

Dispendik Surabaya Pastikan Lulusan SD Tertampung di Semua SMPN dan Swasta

Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Untuk memastikan proses penerimaan berjalan lancar, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengoptimalkan sistem aplikasi serta membuka posko pelayanan di seluruh sekolah.

Kepala (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan bahwa secara umum skema SPMB tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun, terdapat penyesuaian pada jalur prestasi untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

“Secara prinsip masih sama seperti tahun lalu. Yang berubah itu hanya satu, yaitu jalur prestasi kita sisipkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) kemarin. Sisanya sama seperti tahun lalu,” kata Febri dalam konferensi pers di Gedung Eks Kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (19/5/2026).

Febri menjelaskan, kuota jalur prestasi SMPN pada SPMB tahun ini sebesar 35 persen. Jalur tersebut dibagi menjadi tiga subjalur, yakni prestasi akademik dengan kuota 20 persen, perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci sebesar 3 persen.

Menurutnya, mekanisme penilaian pada jalur prestasi akademik tahun ini juga mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menggunakan nilai rapor.

“Berbeda dengan tahun lalu, untuk jalur prestasi yang biasanya menggunakan nilai raport. Tahun ini, kami kombinasikan nilai raport (bobot 60 persen) dan hasil TKA (bobot 40 persen). Hasil TKA dijadwalkan akan keluar pada 26 Mei 2026,” ujar Febri.

Dispendik Kota Surabaya juga mendahulukan proses verifikasi sertifikat perlombaan dan penghafal kitab suci sebelum membuka jalur nilai akademik. Kebijakan tersebut dilakukan agar siswa yang belum lolos melalui jalur lomba tetap memiliki kesempatan mendaftar melalui jalur akademik.

Berita Terkait :  Tingkatkan Minat Baca PM, Usulkan Kunjungan Mobil Perpustakaan Keliling

Selain itu, Dispendik memastikan daya tampung sekolah negeri dan swasta di Surabaya mencukupi untuk menampung seluruh lulusan sekolah dasar tahun ini.

Berdasarkan data Dispendik Surabaya, jumlah lulusan SD negeri dan swasta mencapai sekitar 41.000 siswa. Sementara total daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai 42.000 kursi.

“Artinya, tidak ada anak yang putus sekolah atau tidak mendapatkan sekolah karena pagunya cukup untuk menampung semua lulusan,” terang Febri.

Untuk memperluas akses pendidikan, Dispendik juga mengoptimalkan Jalur Afirmasi dengan kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP.

Jalur tersebut terintegrasi dengan data desil kemiskinan milik Dinas Sosial (Dinsos), termasuk bagi kategori inklusi dan penyandang disabilitas.

Pemkot Surabaya memastikan warga yang masuk kategori tersebut tetap difasilitasi untuk memperoleh akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Sementara pada Jalur Domisili, Dispendik menetapkan kuota 80 persen untuk SD dan 40 persen untuk SMP. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Surabaya tetap menerapkan sistem dua ring untuk menjaga pemerataan dan keadilan penerimaan peserta didik.

Jalur domisili satu (D1) diperuntukkan bagi calon peserta didik yang lokasi rumahnya paling dekat dengan sekolah tujuan. Sedangkan jalur domisili dua (D2) diperuntukkan bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh, namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan sama.

“Kalau memang tidak berhasil di jalur satu, bisa menggunakan domisili dua bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama dengan sekolah, dengan proporsi kuota 20 persen,” ujar Febri.

Berita Terkait :  SMP PGRI 1 dan SMKN 3 Buduran Telah Batasi Penggunaan Ponsel

Untuk mengantisipasi penumpukan masyarakat di kantor Dispendik maupun gangguan teknis pada aplikasi pendaftaran, pihaknya juga mengoperasikan posko informasi di setiap sekolah mulai Rabu (20/5/2026).

“Masyarakat tidak perlu gusar, kanal dan posko kita banyak di semua sekolah. Kalau ada kesulitan, monggo datang ke posko sekolah masing-masing, tidak usah semuanya ke dinas. Petugas di sekolah sudah kami bekali untuk membantu warga, termasuk mengajari orang tua cara mengukur jarak rumahnya,” pungkas Febri.

Proses pelaksanaan SPMB dilakukan secara bertahap agar tidak berbarengan antara jenjang SD dan SMP, sehingga memberikan keleluasaan bagi orang tua siswa apabila memiliki putra putri lebih dari satu orang.

Adapun jadwal SPMB untuk jenjang SDN, tahapan diawali dengan uji coba pendaftaran seluruh jalur yang berlangsung pada 22-28 Mei 2026.

Selanjutnya, jalur afirmasi dan mutasi dibuka mulai 2-4 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi kedua jalur tersebut dijadwalkan pada 5 Juni 2026, dilanjutkan daftar ulang di hari yang sama.

Sementara itu, jalur domisili wilayah kelurahan dibuka pada 8-10 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 11 Juni 2026. Jalur domisili wilayah kecamatan berlangsung pada 12-14 Juni 2026 dan diumumkan pada 15 Juni 2026.

Adapun jalur domisili wilayah kota dibuka pada 17-18 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 19 Juni 2026. Seluruh jalur di jenjang SDN juga disertai tahapan verifikasi sesuai jadwal masing-masing.

Pada jenjang SMPN, Pemkot Surabaya lebih dahulu membuka tahapan validasi data untuk jalur afirmasi. Validasi data bagi kategori keluarga miskin, keluarga prasejahtera, keluarga yang masuk DTSEN desil 1-5, serta kategori inklusi dilaksanakan pada 20 April-15 Juni 2026. Sedangkan validasi data untuk kategori penyandang disabilitas berlangsung pada 19 Mei-15 Juni 2026.

Berita Terkait :  Seragam Gratis Dibagikan untuk Siswa Sekolah Negeri di Kota Malang

Selain itu, uji coba pendaftaran SMPN tahap pertama dijadwalkan pada 22-28 Mei 2026 dan tahap kedua pada 15-20 Juni 2026. Jalur afirmasi dibuka pada 22–24 Juni 2026 dengan pengumuman hasil seleksi pada 25 Juni 2026 dan daftar ulang hingga 26 Juni 2026.

Pada jalur mutasi SMPN, pendaftaran berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Jalur prestasi kategori perlombaan akademik maupun nonakademik dimulai dengan verifikasi pada 21 April-15 Juni 2026, kemudian pendaftaran pada 27-29 Juni 2026 dan pengumuman pada 30 Juni 2026.

Sementara itu, jalur prestasi kategori penghafal kitab suci juga menjalani tahapan verifikasi pada 21 April-15 Juni 2026. Pendaftaran dibuka pada 27-29 Juni 2026 dengan pengumuman hasil pada 30 Juni 2026.

Adapun jalur prestasi kategori nilai prestasi akademik dibuka pada 1-3 Juli 2026 setelah proses verifikasi pada 20 April-15 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi jalur tersebut dijadwalkan pada 4 Juli 2026.

Tahapan terakhir pada jenjang SMPN adalah jalur domisili yang dibuka pada 5-6 Juli 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 7 Juli 2026, disusul pengumuman pemenuhan kuota pada 8 Juli 2026 dan daftar ulang di hari yang sama.

Informasi lengkap terkait jadwal dan mekanisme pendaftaran SPMB SDN dan SMPN Kota Surabaya 2026/2027 dapat diakses melalui laman spmb.surabaya.go.id. [dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!