29.6 C
Sidoarjo
Monday, May 11, 2026
spot_img

Ratusan Siswa Surabaya Keracunan MBG, Fuad Benardi Soroti Standar Higienitas SPPG

DPRD Jatim, Bhirawa

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Surabaya, Fuad Benardi, menyoroti insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi preseden buruk bagi pelaksanaan program nasional tersebut.

Putra sulung mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ini menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola penyediaan MBG harus segera dilakukan, terutama terkait standar kebersihan dan kualitas bahan makanan yang digunakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ini merupakan preseden buruk bagi program MBG. Ke depan harus benar-benar ada perbaikan tata kelola dan memastikan bahan yang dimasak sesuai standar dan higienis,” ujar Fuad, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, program MBG sejatinya memiliki tujuan baik untuk membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus mendukung kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Namun, ia mengingatkan jangan sampai program tersebut justru membahayakan kesehatan siswa.

“Program ini harapannya membantu orang tua agar tidak terbebani menyediakan makanan untuk anak. Tapi jangan sampai justru membuat anak-anak keracunan,” kata politikus PDI perjuangan ini.

Fuad menegaskan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG. Ia menilai anak-anak seharusnya bisa fokus belajar di sekolah tanpa dihantui risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang dikonsumsi.

“Niatnya anak-anak di sekolah fokus belajar, bukan malah mengalami keracunan,” tegasnya.

Berita Terkait :  Rotasi Kepala Dinas, Bupati Fauzi Harap Peningkatan Pelayanan

Fuad juga meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami menunggu hasil laboratorium supaya diketahui penyebab aslinya seperti apa dan langkah perbaikan apa yang harus dilakukan ke depan,” imbuhnya.

Ia berharap hasil evaluasi nantinya dapat menjadi dasar pembenahan pelayanan MBG, khususnya pada aspek pengolahan dan distribusi makanan oleh SPPG.

“Harapannya tentu ada perbaikan dari SPPG agar pelayanan penyaluran MBG menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Diketahui, ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu program MBG.

Para siswa mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah dan harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Sebagian siswa sempat dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh. Namun mayoritas korban dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan data sementara, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah terdampak dalam insiden tersebut. [geh.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!