29.6 C
Sidoarjo
Sunday, May 3, 2026
spot_img

Menolak Tua, Lansia Kabupaten Jember Belajar Jurus ‘TENANG’

Pemprov Jatim, Bhirawa
Suasana di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha (UPT PSTW) Jember nampak berbeda dari biasanya, Minggu (3/5). Puluhan lansia berkumpul dengan raut wajah ceria.

Bukan untuk senam biasa, melainkan untuk mempelajari ‘jurus'” khusus bertajuk TENANG guna menaklukkan hipertensi.Program edukasi ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Sosial dengan mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Jember.

Fokusnya adalah memberdayakan penghuni panti agar lebih berdaya menjaga kesehatan di usia senja. TENANG sendiri merupakan akronim dari Terapi Emosi, Edukasi Hipertensi, Nutrisi Sehat, Aktivitas Relaksasi, Napas Dalam, dan Gaya Hidup Sehat. Sebuah paket komplit yang dirancang agar mudah diingat dan dipraktikkan oleh para lansia.

Kelola Emosi, Kontrol TensiSelama kegiatan, para mahasiswa memberikan materi secara komunikatif. Mereka tidak hanya bicara soal obat, tetapi lebih banyak menyentuh sisi psikologis. Salah satunya melalui teknik pernapasan dalam dan relaksasi untuk mengelola stres.

”Kami ingin mereka paham bahwa mengontrol tekanan darah tidak selalu harus bergantung pada medis, tapi juga bermula dari pikiran yang tenang dan napas yang teratur,” ujar Siti Maisroh, Pekerja Sosial UPT PSTW Jember.

Solusi Alami Jus MentimunHal menarik lainnya adalah sesi praktik nutrisi sehat. Para lansia diajak melihat langsung cara pembuatan jus mentimun. Minuman sederhana ini diperkenalkan sebagai alternatif alami yang efektif membantu menjaga kestabilan tekanan darah jika dikonsumsi rutin secara benar.

Berita Terkait :  Aries AP Beri Bantuan Pendidikan Perkuat Tumbuh Kembang Anak

Antusiasme peserta terlihat saat mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman mengenai pola makan. Kegiatan ini pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan panti.Siti Maisroh berharap, kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka.

”Harapan kami adalah dampak berkelanjutan. Para lansia tidak hanya tahu teorinya, tapi mampu mandiri dalam menerapkan gaya hidup sehat demi meningkatkan kualitas hidup mereka di sini,” tandasnya. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!