Kota Batu,Bhirawa
Sebagai aparat penegak hukum yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah perkotaan, Polsek Batu merangkul sejumlah organisasi dan komunitas untuk turut berkomitmen menjaga kondusivitas Kota Wisata Batu. Kapolsek Batu, AKP Muhammad Subhan SH mengajak mereka untuk menjadi agen pendingin atau cooling system di masyarakat. Hal ini penting untuk menangkal provokasi dan meningkatkan kewaspadaan sosial demi menjaga Kota Batu tetap aman.
Ada beberapa organisasi dan komunitas yang diajak dan bergabung dalam cooling system. Diantaranya, Banser, Pemuda Pancasila (PP), Linmas, Pecalang, komunitas Ojek Online (Ojol), perwakilan Kelompok Tani, Karang Taruna, bahkan juru parkir juga ikut dilibatkan.
”Kehadiran berbagai elemen ini selaras dengan visi Polda Jatim dalam merangkul komunitas untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Subhan dalam pengarahannya di Mapolsek Batu, Sabtu (2/5)
AKP Subhan menegaskan, Sabuk Kamtibmas ini sebagai wujud nyata dari komitmen bersama dalam memperkuat sistem keamanan berbasis kolaborasi antara Polri dan l elemen masyarakat. ”Dengan peran strategis Sabuk Kamtibmas sebagai penguat deteksi dini gangguan keamanan dan benteng dalam menjaga stabilitas daerah,” jelas Subhan.
Terdapat lima poin instruksi penting yang menjadi kajian untuk memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas. Hal ini dimulai dengan membangun kolaborasi tanpa ego kelembagaan, serta menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan damai. Dan ormas serta komunitas diharapkan bisa menjadi agen pendingin di masyarakat yang bisa menangkal provokasi dan meningkatkan kewaspadaan sosial demi menjaga Kota Batu tetap aman.
Sebelumnya, Polresta Batu telah menggelar Apel Besar Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 yang diikuti oleh ratusan personel Polri dan berbagai elemen masyarakat, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat komitmen keamanan berbasis kolaborasi di wilayah Kota Batu.
Dikatakan Kapolres Batu, AKBP Dr Aris Purwanto, pelaksanaan Sabuk Kamtibmas bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata penguatan sistem keamanan berbasis kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat.
”Polri tidak dapat bekerja sendiri. Kunci utama dalam menjaga Harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat,” ujar Aris Purwanto.
AKBP Aris juga mengingatkan, stabilitas keamanan adalah modal utama pembangunan. Tanpa situasi yang kondusif, investasi akan terganggu dan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat akan terancam. Oleh karena itu agen pendingin harus bisa menangkal segala bentuk provokasi, serta menjadi pelopor dalam menjaga Kota Batu tetap aman. [nas.fen]


