Ketua KPI Pusat, Ubaidillah saat menjadi narasumber utama bedah buku KH Abdul Wahab Hasbullah di Gedung Kantor Bupati Buleleng, Bali, Jumat (24/04).
Jombang, Bhirawa.
Peringati Harlah Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-92, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah hadir sebagai narasumber utama dalam acara bedah buku tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Hasbullah. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Kantor Bupati Buleleng, Bali, Jumat (24/04).
Kegiatan ini menjadi istimewa karena dirangkaikan dengan pelantikan massal Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Buleleng.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Buleleng, jajaran Badan Otonom (Banom) NU, tokoh lintas agama, serta ratusan kader Ansor dan masyarakat umum.
Dalam paparannya, Ketua KPI Pusat menekankan bahwa, pemikiran KH Abdul Wahab Hasbullah mengenai diplomasi dan media sangat relevan dengan tantangan penyiaran modern. KH Abdul Wahab Hasbullah dikenal sebagai sosok yang lihai menggunakan saluran komunikasi untuk menggerakkan massa demi kemerdekaan.
“KH Abdul Wahab Hasbullah mengajarkan kita bahwa media bukan sekadar alat informasi, tapi instrumen perjuangan dan edukasi bangsa,” kata Ubaidillah.
“Semangat inilah yang harus diadopsi oleh kader Ansor di Buleleng dalam menyaring konten siaran dan menjaga ruang digital kita dari polusi informasi,” ungkap Ketua KPI Pusat di hadapan peserta.
Kehadiran Ketua KPI di tengah pelantikan PAC GP Ansor se-Buleleng juga menjadi momentum penguatan pengawasan partisipatif.
KPI berharap kader Ansor dapat menjadi ‘mata dan telinga’ di daerah untuk memastikan konten televisi dan radio tetap berada pada koridor edukasi, kebudayaan, dan nilai-nilai kebangsaan.
Wakil Bupati Buleleng dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Buleleng sebagai lokasi bedah buku tokoh nasional tersebut.
Dia berharap sinergi antara pemerintah daerah, KPI, dan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dapat menciptakan iklim sosial yang kondusif di Bali Utara.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Buleleng menegaskan bahwa pelantikan PAC se-Buleleng di usia organisasi yang ke-92 ini adalah simbol kesiapan kader untuk berkhidmat lebih luas. Perayaan ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan komitmen menjaga toleransi di Pulau Dewata.
Acara bedah buku ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas strategi dakwah di era media sosial serta peran aktif masyarakat dalam melaporkan konten penyiaran yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). [rif.hel].


