28 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Perkuat Media Center, FUF UINSA Hadirkan Pakar Media Untag Surabaya


Surabaya, Bhirawa
Pergantian kepengurusan Media Center Fakultas Ushuludin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (FUF – UINSA) menjadi momentum pelaksanaan kegiatan penguatan kapasitas kepenulisan. Kegiatan yang berbentuk diklat tersebut menghadirkan pakar media dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Wahyu Kuncoro, ST,M.Med.Kom. Selain seorang akademisi, Wahyu juga merupakan pemimpin Redaksi Harian Bhirawa dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim. Berbagai penghargaan jurnalistik tingkat nasional sudah sering diterima wartawan senior satu ini.

Wakil Dekan FUF UINSA Surabaya Dr Andi Suwarko saat membuka acara mengungkapkan di era informasi yang bergerak secepat kilat ini, kemampuan menulis bukan lagi sekadar keterampilan sekunder, melainkan kebutuhan primer.

“Data dan temuan ilmiah yang menumpuk di rak perpustakaan atau repositori digital di perguruan tinggi atau kampus tidak akan berdampak besar jika tidak mampu berbicara kepada khalayak luas,” jelas Andi.

Berangkat dari kondisi tersebut lanjut Andi, sungguh penting untuk dilakukan penguatan kapasitas kepenulisan, khususnya dalam mengubah tulisan ilmiah teknis menjadi artikel ilmiah populer yang renyah, menarik, dan informatif.

Menurut Andi, menulis artikel ilmiah populer adalah seni menyajikan hasil kajian, pandangan, atau argumentasi ilmiah dengan gaya bahasa yang sederhana, ringkas, dan mudah dipahami oleh pembaca umum, tanpa menghilangkan esensi kebenaran ilmiahnya.

“Kemampuan ini krusial bagi akademisi, peneliti, guru, maupun mahasiswa untuk menyebarkan gagasan secara lebih luas dan melawan persebaran informasi keliru (hoaks) yang sering merugikan,” tegas Andi Lagi.

Berita Terkait :  Bupati Ajak Siswa SMA-SMK Sukseskan Program Situbondo Bersih dari Sampah

Sementara narasumber diklat Wahyu Kuncoro mengawali penyajiannya dengan memotivasi peserta pelatihan yang terdiri dari mahasiswa dan beberapa dosen untuk mengembangkan ketrampilan menulisnya.

Menurut Wahyu, menulis artikel ilmiah populer membantu peneliti menumbuhkan minat baca masyarakat, sekaligus menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan publik.

Salah satu faktor keberhasilan terbesar dalam penguatan kapasitas kepenulisan adalah adanya lingkungan yang mendukung (ekosistem kepenulisan).

“Bergabung dalam komunitas penulis membantu meningkatkan motivasi karena adanya diskusi, umpan balik (feedback) sejawat, dan saling berbagi referensi,” jelas Wahyu. Selain itu, konsistensi adalah kuncinya. “Menulis adalah keterampilan motorik dan kognitif yang akan semakin tajam dengan latihan rutin,” tambah Wahyu. Menulis setiap hari meskipun hanya satu paragraf, jelas Wahyu akan jauh lebih baik daripada menunggu inspirasi datang dalam waktu lama.

Lebih lanjut menurut Wahyu, penguatan kapasitas kepenulisan adalah investasi berharga bagi siapa saja yang ingin gagasannya berdampak. Dengan mengubah tulisan ilmiah yang kaku menjadi artikel ilmiah populer yang menarik, kita tidak hanya menyebarkan pengetahuan, tetapi juga mengedukasi publik dengan informasi yang kredibel.

“Mulailah menulis, karena tulisan adalah cara paling abadi untuk meninggalkan jejak pem ikiran,” tegas Wahyu memberi motivasi peserta.

Salah seorang mahasiswi peserta Diklat yang bernama Ara mengaku waktu 3 jam yang disediakan panitia terasa singkat saja. Tiga materi pokok yakni penulisan opini, berita dan feature disampaikan secara santai oleh narasumber. Peserta pun antusias mendengar pemaparan sambal sesekali diselipi dengan Tanya jawab antara narasumber dan peserta diklat. Selain mendengarkan paparan materi, peserta juga diberi kesempatan untuk praktik menulis opini dan berita untuk diberi feedback langsung oleh narasumber. [why]

Berita Terkait :  Demo Day, Wadah Unjuk Karya Inovatif Siswa SMA Double Track

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!