29 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Nasional Tembus 5 Juta Ton, Stok Beras Bulog Cabang Tulungagung Capai 60 Ribu Ton

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mendampingi siswa SMKN 1 Tulungagung melakukan eduwisata di Gudang Bulog Ngantru, Jumat (24/4).

Tulungagung, Bhirawa.
Stok Beras Perum Bulog Cabang Tulungagung melimpah. Sampai Kamis (23/4) malam berjumlah 60 ribu ton dan cukup untuk satu tahun lebih.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (24/4), saat mendampingi siswa SMKN 1 Tulungagung yang sedang melakukan eduwisata di Gudang Bulog Ngujang mengungkapkan stok beras Bulog yang melimpah tersebut dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Di tanggal yang sama di tahun lalu, stok beras kami sebanyak 29 ribu ton. Jadi naik dua kali lipat,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, untuk menyimpan stok beras itu disediakan 12 gudang. Termasuk enam gudang tambahan yang disewa Perum Bulog Cabang Tulungagung dari masyarakat untuk bisa menampung stok beras yang banyaknya sudah dua kali lipat dari tahun lalu itu.

“Dan saat ini pun kami dalam pengajuan untuk menyewa dua gudang lagi,” imbuhnya.

Melimpahnya stok beras dan pangan di Perum Bulog Cabang Tulungagung seiring pula dengan stok beras yang dikuasai Perum Bulog secara nasional. Saat ini secara nasional stok beras Perum Bulog mencapai 5 juta ton.

“Stok 5 juta ton ini merupakan yang terbanyak dan terbesar sepanjang Indonesia merdeka,” tutur Yonas.

Selanjutnya ia membeberkan pula jika siswa dari SMKN 1 Tulungagung melakukan wisata edukasi ke Gudang Bulog Ngujang untuk melihat pula stok Bulog Tulungagung saat ini. Selain juga melihat kondisi pergudangan Bulog.

Berita Terkait :  Ribuan Warga Semarakkan Kirab Budaya Mojo Bangkit 2025, Wujud Rayakan Sejarah dan Kebangkitan Kota Mojokerto

“Dengan melihat langsung di gudang mereka (siswa) akan tahu memang kita swasembada pangan memang nyata. Selama ini mereka tahunya ada panen di sawah dan diserap pasar. Padahal serapan lainnya oleh Bulog untuk stok pemerintah,” paparnya.

Soal mengapa sampai mencapai dua kali lipat dari tahun lalu, Yonas membeberkan jika penyerapan dari petani sudah dilakukan sejak bulan Januari 2026. Beda dengan tahun lalu yang pada bulan Februari.

“Kebetulan waktu panen curah hujannya tidak setinggi di tahun kemarin. Meski di bulan Ramadan curah hujan cukup tinggi tetapi tidak setinggi tahun lalu,” paparnya lagi.

Sedang untuk perpindahan stok beras secara nasional, Yonas menyatakan masih dilakukan oleh Perum Bulog Cabang Tulungagung, yakni ke Provinsi NTT dan Papua.

“Totalnya sementara ini baru 1.500 ton dan estimasinya nantinya kalau tidak meleset dari perencanaan ada 10 ribu ton yang akan kita gerakkan ke luar Jawa Timur,” terangnya.

Namun demikian, dari rencana 10 ribu ton itu belum bisa dipastikan untuk NTT dan Papua saja. Masalahnya, tergantung dari pemerintah pusat.

“Prinsipnya kami melayani pemerataan stok untuk kanwil-kanwil yang bon sentra produksi,” pungkasnya. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!