28 C
Sidoarjo
Thursday, April 23, 2026
spot_img

Sekretariat DPRD Jatim Tekankan Akurasi di Era Digital: Lawan Hoaks dan Tantangan “Homeless Media”


DPRD Jatim, Bhirawa
Arus informasi digital yang kian deras memaksa lembaga publik beradaptasi. Sekretaris DPRD Jawa Timur, Mohammad Ali Kuncoro, menegaskan bahwa kecepatan menyampaikan informasi tidak boleh mengorbankan akurasi dan kebenaran.

Menurutnya, tantangan komunikasi saat ini bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling tepat menyampaikan fakta di lapangan.

“Informasi yang baik adalah yang sesuai fakta. Jangan hanya mengejar cepat, tapi mengabaikan ketepatan,” ujarnya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Royal Orchid, Batu, Kamis (23/4/2026).

Ia juga menyoroti fenomena “homeless media”, sebuah kanal informasi yang tidak terikat pada standar jurnalistik, namun tetap aktif memproduksi dan menyebarkan konten.

Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan serius bagi institusi resmi yang dituntut tetap berpegang pada etika jurnalistik.

“Sekarang siapa pun bisa menyebarkan informasi, tapi belum tentu memenuhi kaidah jurnalistik. Ini yang harus kita waspadai,” tegasnya.

Melalui kegiatan bimtek yang mengusung tema Penguatan Kapasitas MC, Protokol, Peran Media Serta Konten dalam Mendukung Kegiatan Pimpinan dan Anggota DPRD Jatim ini, kata Ali, berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kehumasan, protokol, dan pengelolaan media.

Ali menyebut, kolaborasi dengan akademisi dan praktisi menjadi bagian penting dalam memperkuat wawasan digital, terutama dalam produksi konten yang relevan dengan kebutuhan publik.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi, literasi digital, serta kemampuan membuat konten yang lebih komunikatif,” jelasnya.

Berita Terkait :  Pemkab Ponorogo Gelar Konsultasi Publik RKPD 2026, Upaya PAD Capai Rp1 Triliun

Dalam forum tersebut, Sekretariat DPRD Jatim menghadirkan praktisi media sosial, Gagas Gayuh Aji, yang juga Ketua Departemen Komunikasi Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

Gagas menilai, pengelolaan media sosial DPRD Jatim perlu bertransformasi dari sekadar rutinitas unggahan menjadi sarana komunikasi yang berdampak.

Ia mengingatkan, tingginya jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai sekitar 143 juta orang, tidak otomatis menjamin konten lembaga pemerintah akan dilihat.

“Masalah kita bukan tidak posting. Masalahnya, tidak ada yang berhenti untuk menonton,” ujarnya.

Menurutnya, pola komunikasi lama yang hanya menampilkan dokumentasi kegiatan internal sudah tidak relevan. Humas harus mulai menghadirkan konten yang menjawab kebutuhan dan keresahan masyarakat.

“Jangan hanya unggah kegiatan, tapi tunjukkan manfaatnya bagi publik,” tegasnya.

Strategi 3E dan “Riding the Wave”
Untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, Gagas memperkenalkan strategi konten 3E yakni Educate (memberi edukasi), Engage (membangun interaksi) dan Expose (membuka proses kebijakan kepada publik).

Ia juga mendorong penerapan konsep riding the wave, yakni memanfaatkan isu yang sedang viral untuk kemudian direspons dengan perspektif kelembagaan.

Selain itu, kehadiran figur atau face of institution dinilai penting untuk membangun kedekatan dan kepercayaan publik. Konten dengan pendekatan personal dan bahasa ringan disebut lebih efektif dibanding gaya formal yang kaku. [geh]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!