Gresik, Bhirawa
Pekerjaan normalisasi sungai di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, saat ini sudah berjalan. Namun, Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Kamjawiyono, menyoroti lambannya penanganan pembangunan tempat relokasi bagi para pedagang yang sebelumnya sudah ditertibkan.
Hingga kini, pembangunan sarana dagang pengganti dinilai belum menunjukkan tanda-tanda kejelasan, sehingga membuat para pedagang kesulitan untuk kembali beraktivitas.
“Untuk normalisasi saluran airnya sudah dikerjakan, tapi soal pembuatan tempat relokasi pedagangnya belum ada kabar jelas. Akibatnya, mereka sampai sekarang belum bisa berjualan,” ujar Kamjawiyono.
Politisi ini meminta agar prosesnya tidak berlarut-larut. Ia menilai kondisi ini sangat merugikan mata pencaharian warga.
“Kasihan ekonomi para pedagang kalau dibiarkan lama. Saya berharap tim segera dibentuk dan eksekusi pembangunannya segera dilakukan,” tegasnya.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan, baik untuk kelanjutan normalisasi maupun pembangunan tempat usaha baru. Padahal, dalam rapat sebelumnya sudah disepakati agar penanganan ini dilakukan secepat mungkin.
“Seharusnya, saat normalisasi sungai dikerjakan, pembangunan tempat relokasi juga jalan bersamaan. Supaya para pedagang tidak harap-harap cemas dan bisa segera bergerak kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Driyorejo, Muhammad Amri, membenarkan bahwa pekerjaan normalisasi saat ini sudah selesai dilakukan di sepanjang titik yang sebelumnya dilakukan penertiban bangunan liar (Bangli).
Kegiatan normalisasi ini diharapkan bisa dilakukan secara menyeluruh di wilayah Driyorejo, guna memaksimalkan fungsi saluran air dan meminimalisir risiko banjir saat musim penghujan tiba.[kim.kt]


