Kepala Dinsos P3A Kota Probolinggo, Madihah, saat memberikan keterangan terkait kepastian anggaran pembangunan gedung baru SRT 7 yang telah masuk dalam perencanaan Kementerian PUPR dan Kemensos, Kamis (16/4/2026). Ayu Firdausiyah Ahmad.
Pemprov Jatim, Bhirawa.
Pemerintah memastikan pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo akan direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Pembangunan ini menjadi bagian dari penguatan fasilitas pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang saat ini masih menempati bangunan sementara.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Madihah, mengatakan pembangunan gedung baru tersebut telah masuk dalam tahap perencanaan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Alhamdulillah kemarin itu sudah dipastikan dari Kemensos untuk pembangunan gedung baru SRT 7 Kota Probolinggo itu sudah masuk ke dalam tahap pembangunan ketiga, yang direncanakan di tahun anggaran 2026,” ujarnya, kemarin.
Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Probolinggo masih menunggu surat resmi dari Kementerian Sosial sebagai dasar pelaksanaan pembangunan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga telah menyiapkan dukungan dari anggaran daerah untuk percepatan kesiapan lahan.
“Dari sisi kami sebagai bentuk komitmen, itu memang menyediakan anggaran untuk pengurukan dan pengerasan lahan supaya nanti menjadi clean and clear saat pembangunan dilakukan,” jelasnya.
Lokasi pembangunan gedung baru tersebut direncanakan berada di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih, dengan luas lahan sekitar 5,2 hektare. Sejumlah tahapan administrasi juga tengah diproses, seperti dokumen lingkungan dan analisis dampak lalu lintas.
“Untuk administrasi seperti AMDAL dan Andalalin juga sedang kita siapkan dari anggaran APBD,” tambah Madihah.
Sementara menunggu pembangunan gedung baru, kegiatan belajar mengajar SRT 7 masih memanfaatkan bangunan yang ada saat ini, termasuk gedung eksisting di kawasan Mayangan. Namun, pemerintah daerah telah mengusulkan perbaikan fasilitas untuk menunjang kebutuhan siswa, terutama menjelang penerimaan peserta didik baru.
“Untuk gedung sekolah, kami sudah bersurat ke Kemensos untuk mohon support perbaikan atau pemeliharaan gedung yang ada, karena nanti ada kebutuhan ruang tambahan untuk angkatan kedua,” katanya.
Untuk kebutuhan asrama, Pemkot memastikan kapasitas yang ada masih mencukupi untuk menampung siswa baru. Skema penataan ruang juga telah disiapkan agar seluruh siswa tetap mendapatkan fasilitas tempat tinggal selama masa pendidikan.
“Untuk asrama kita manfaatkan yang ada saat ini, dan secara hitungan masih cukup untuk menampung tambahan siswa,” jelasnya.
Saat ini, SRT 7 Kota Probolinggo menampung 98 siswa dari jenjang SMP dan SMA. Sekolah ini merupakan bagian dari program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 atau kategori paling miskin.
Madihah mengakui, tantangan dalam penyelenggaraan SRT tidak hanya pada fasilitas, tetapi juga pada dinamika siswa. Sistem pendidikan yang diterapkan memungkinkan siswa keluar dan masuk sesuai kondisi masing-masing.
“Tantangan terbesar kami itu in-out siswa, karena memang tidak mudah bagi mereka beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi kami terus lakukan pendampingan,” ujarnya.
Dengan rencana pembangunan gedung baru, pemerintah berharap kualitas layanan pendidikan di SRT 7 semakin meningkat, baik dari sisi sarana maupun kenyamanan belajar siswa.
“Insyaallah kalau gedung baru sudah selesai, nanti anak-anak akan dipindahkan ke lokasi tersebut agar fasilitasnya lebih memadai,” pungkasnya. [fir.hel]>


