Surabaya, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (14/4). Acara ini dihadiri sejumlah menteri kabinet, kepala daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan agar perencanaan pembangunan dilakukan secara presisi, berbasis data kuat, dan selaras dengan prioritas nasional demi kesejahteraan yang adil dan inklusif.
“Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi momentum strategis memastikan pembangunan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi kunci agar program tepat sasaran. Di sektor kesehatan, capaian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah mencapai 97,71 persen atau 41,13 juta jiwa. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga mencatat prestasi gemilang dengan berada di peringkat kedua nasional.
Selain itu, dukungan terhadap 1.001 perawat di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) terus diperkuat sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Menjawab tantangan disparitas ekonomi, di mana wilayah utara menyumbang 54,57 persen dan selatan hanya 20,53 persen, percepatan pembangunan Jalan Pantai Selatan (Pansela) menjadi prioritas utama.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 62,2 persen atau 390,84 km dari total 628,39 km. Target tahun ini menambah penyelesaian 30,59 km guna mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah selatan.
Jatim juga menunjukkan komitmen kuat mendukung program pusat, antara lain makan Bergizi Gratis (MBG): Menjangkau 8,58 juta penerima manfaat dengan 4.235 titik pelayanan, Koperasi Desa Merah Putih: Telah terbentuk 100 persen atau 8.494 koperasi yang mulai beroperasi, Sekolah Rakyat: Menjadi kontributor terbesar nasional dengan 26 unit atau 15 persen dari total nasional.
Di bidang pendidikan keagamaan, dukungan terus digenjot melalui Program Bosda Madin yang bersinergi dengan kabupaten/kota. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara perencanaan yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, ormas, hingga dunia usaha.
“Kolaborasi adalah fondasi utama. Mari kita wujudkan Jatim yang maju, adil, dan makmur menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Khofifah. [aya.kt]




