Surabaya, Bhirawa
Pengalaman mengikuti program magang membawa pengalaman tersendiri. Seperti misalnya yang dirasakan Shafa Athisyah Nurtain, mahasiswi prodi ilmu komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang berkesempatan menyelesaikan magang di Divisi Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya.
“Jujur, awalnya aku kira kerja di humas itu cuma bikin postingan Instagram doang. Ternyata rutinitasnya jauh lebih lengkap dan menarik dari yang kubayangkan,” tutur Shafa sumringah saat ngobrol santari dengan Bhirawa.
Setiap pagi, jelas Shafa kegiatan diawali dengan baca koran bersama. “Kami scan semua berita yang berkaitan dengan PT KAI, baik dari koran cetak maupun online. Setelah itu langsung lanjut klipping berita, terus merangkum atau me-wording ulang berita tersebut supaya lebih ringkas dan sesuai kebutuhan internal,” lanjut Shafa. Kegiatan ini bikin Shafa terbiasa cepat memahami isu-isu yang sedang berkembang seputar kereta api di Jawa Timur.
Selain rutinitas pagi itu, Shafa juga sering ikut mengikuti acara-acara di Kantor Daop 8. Mulai dari rapat, launching program, sampai acara internal. Tugasnya ya mendokumentasikan dan meliput kegiatan tersebut, baik lewat foto maupun video. Kadang harus sigap ambil angle yang bagus supaya materinya bisa dipakai untuk konten media sosial atau laporan.
Salah satu proyek yang cukup seru adalah menyusun mading bulanan. “Kami kumpulkan berbagai informasi, foto, dan berita penting selama satu bulan, lalu susun jadi majalah dinding yang menarik. Selain itu, aku juga sering membantu mengedit flyer untuk berbagai keperluan, seperti flyer hari besar nasional, safety campaign (kampanye keselamatan), dan flyer ulang tahun KAI atau stasiun tertentu,” jelas Shafa.
Bagian yang paling Shafa suka adalah proses membuat konten media sosial. Mulai dari menyusun script, terus langsung take konten (rekam video atau foto).
“Aku juga sering diminta mengambil footage foto dan video untuk kebutuhan media, entah itu di stasiun, di kantor, atau saat ada kegiatan di lapangan. Dari sini aku belajar bagaimana mengubah momen biasa jadi konten yang menarik dan informatif buat publik,” lanjutnya.
Tentu saja nggak selalu mulus. Kadang harus buru-buru klipping karena ada isu yang mendadak, atau harus bolak-balik edit flyer sampai sesuai permintaan. Tapi justru dari situ aku belajar disiplin, teliti, dan kerja sama tim yang baik. Tim Humas Daop 8 ramah banget dan sabar ngajarin dari hal-hal kecil seperti cara klipping yang rapi sampai teknik pengambilan video yang eye-catching.
Secara keseluruhan, magang di Humas PT KAI Daop 8 Surabaya ini bikin aku semakin paham bahwa humas itu bukan cuma “publikasi”, tapi juga monitoring isu, dokumentasi, kreativitas konten, dan menjaga citra perusahaan setiap hari.
“Aku jadi lebih menghargai kerja di balik layar yang membuat informasi tentang kereta api bisa sampai ke masyarakat dengan baik.
Terima kasih banyak buat seluruh tim Humas Daop 8 yang udah nerima aku dengan baik. Pengalaman ini pasti bakal jadi bekal berharga buat aku ke depannya,” tegas Shafa. Menurut Shafa, bagi yang tertarik magang di bidang komunikasi atau PR, Daop 8 Surabaya ini recommended!. why
Pengalaman Magang di Divisi Humas PT KAI Daop 8 Surabaya: Rutinitas Pagi hingga Kreatifitas Konten di Balik Layar
Halo semua! Namaku Shafa Athisyah Nurtain, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Aku baru saja menyelesaikan masa magang selama 3 bulan di Divisi Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. PT KAI adalah salah satu BUMN besar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di Jawa Timur. Hampir setiap kali orang mau mudik, bepergian jauh, atau bahkan sekadar pulang kampung, kereta api sering jadi pilihan utama. Makanya aku super excited ketika mendapat kesempatan magang di sini. Kantor Daop 8 Surabaya terletak di Jl. Gubeng Masjid No. 1, tepat di jantung kota yang selalu ramai dengan lalu lintas kereta api. Dari awal, aku sudah membayangkan bahwa kerja di divisi humas pasti seru. Tapi ternyata, rutinitasnya jauh lebih padat dan variatif dari yang kubayangkan. Setiap hari ada hal baru yang bikin aku belajar banyak hal, mulai dari hal-hal kecil sampai tugas yang cukup menantang. Pengalaman tiga bulan ini benar-benar membuka mataku tentang dunia humas di perusahaan sebesar KAI. Yuk, simak cerita lengkapnya!
Kegiatan kami selalu dimulai di pagi hari dengan baca koran bersama. Begitu masuk kantor sekitar pukul 08.00, tim humas langsung kumpul, buka koran cetak lalu menganalisis semua pemberitaan yang berkaitan dengan PT KAI. Ada yang soal jadwal kereta, keterlambatan, sampai isu keselamatan di perlintasan. Setelah baca, langsung lanjut ke klipping berita. Kami potong, tempel, dan disimpan secara urut berita-berita tersebut. Selain menganalisis dalam bentuk cetak, kita juga menganalisis pemberitaan online atau kita biasa menyebut wordingan berita supaya lebih ringkas dan bisa dipakai untuk bahan internal atau laporan. Kegiatan ini melatih aku untuk cepat memahami isu dan menganalisis sudut pandang media. Kadang ada berita yang sensitif, jadi harus hati-hati banget wording-nya.
Selain rutinitas monitoring media itu, aku juga sering diajak mengikuti berbagai acara di Kantor Daop 8. Mulai dari diklap, peresmian kantor baru, PIKKA (Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati Kereta Api), sampai sosialisiasi perlintasan di Benowo. Tugas utamaku di sini adalah dokumentasi dan liputan. Aku harus sigap mengambil foto dan video dari berbagai angle, mencatat momen penting, dan memastikan semua kegiatan terdokumentasi dengan baik. Pernah ikut acara sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, di mana tim humas dan dishub bekerjasama untuk bagi-bagi edukasi ke masyarakat. Seru banget melihat langsung bagaimana humas berperan menjaga citra KAI di mata publik.
Salah satu proyek rutin setiap bulan yang cukup menantang tapi menyenangkan adalah menyusun mading bulanan. Tiap akhir bulan, kami kumpulkan highlight kegiatan, foto-foto terbaik dan informasi selama satu bulan. Lalu disusun jadi majalah dinding yang informatif dan eye-catching. Harus kreatif memilih layout, judul, dan desain supaya karyawan atau pengunjung kantor tertarik membacanya. Selain mading, aku juga sering membantu mengedit flyer untuk berbagai keperluan. Ada flyer hari besar nasional seperti Hari Paskah atau Hari Arsitek Nasional, flyer safety campaign untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menyeberang rel sembarangan, sampai flyer ulang tahun staff KAI. Editingnya detail banget dari pemilihan warna, font, sampai pesan yang ingin disampaikan harus sesuai brand KAI.
Bagian yang paling aku favoritkan selama magang adalah proses membuat konten untuk media sosial. Semuanya diawali dengan diskusi bareng tim untuk menentukan tema yang sedang relevan, kemudian aku ikut menyusun script yang menarik, ringkas, dan mudah dipahami. Setelah script siap, langsung lanjut ke tahap take konten, mulai dari merekam video hingga mengambil footage foto dan video di lapangan entah itu di Stasiun Surabaya Gubeng yang selalu ramai, Stasiun Pasar Turi, atau saat kegiatan di perlintasan rel. Beberapa kali aku juga diberi kesempatan menjadi talent di depan kamera mengajak penumpang datang lebih awal dan edukasi tentang pentingnya menjaga barang bawaan. Awalnya aku grogi banget dan sering harus take ulang berkali-kali, tapi justru dari situ aku belajar banyak tentang teknik pengambilan gambar yang menarik, editing sederhana, pengaturan ekspresi, serta cara menyampaikan pesan yang efektif dan engaging. Proses ini benar-benar melatih aku untuk membuat konten yang bisa diterima oleh masyarakat luas, terutama anak muda yang aktif di Instagram @sepur.8 dan TikTok @sepur.8.
Tentu saja, nggak semua berjalan mulus. Kadang harus revisi flyer berkali-kali sampai sesuai selera atasan. Tapi justru dari tantangan itu aku belajar banyak: disiplin waktu, teliti dalam setiap detail, kemampuan kerja tim, dan pentingnya komunikasi yang efektif. Tim Humas Daop 8 luar biasa ramah dan suportif. Mereka sabar ngajarin dari cara edit flyer agar menarik, teknik wording berita, sampai trik mengambil video yang eye-catching. Staff Humas dan rekan-rekan lain selalu terbuka memberikan masukan, sehingga aku merasa benar-benar berkembang selama magang.
Secara keseluruhan, pengalaman magang di Divisi Humas PT KAI Daop 8 Surabaya ini membuka mataku lebar-lebar. Aku jadi paham bahwa humas bukan sekadar bikin postingan atau press release, tapi juga monitoring isu publik, dokumentasi kegiatan, kreativitas konten, dan menjaga hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat. Kereta api bukan hanya alat transportasi, tapi juga bagian penting dari kehidupan masyarakat Jawa Timur yang ekonomis, aman, dan ramah lingkungan. Melalui kerja humas, informasi yang akurat dan positif bisa sampai ke publik dengan baik.
Terima kasih banyak buat seluruh tim Humas Daop 8 Surabaya yang sudah menerima aku dengan tangan terbuka. Terima kasih juga atas kesempatan belajar langsung di lapangan. Pengalaman ini pasti akan jadi bekal berharga buat karirku nanti, entah di bidang PR, komunikasi, atau jurnalistik. Buat teman-teman yang sedang mencari tempat magang di bidang humas atau komunikasi, aku sangat rekomendasikan Daop 8 Surabaya. Di sini kamu bakal dapat pengalaman nyata yang lengkap!
Siapa tahu suatu hari nanti kita bisa ketemu di stasiun sambil nunggu kereta bareng sambil ngobrol soal perjalanan. Tetap semangat dan selalu utamakan keselamatan ya!. [why]


