“ Euforia masyarakat akan sangat besar, bahkan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, dari empat tahun lalu “
Jakarta, Bhirawa
Euforia masyarakat dalam menyambut Piala Dunia 2026 diprediksi lebih besar dibandingkan perhelatan sebelumnya.
“Euforia masyarakat akan sangat besar, bahkan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, dari empat tahun lalu,” kata Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI Usman Kansong dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, luasnya jangkauan infrastruktur penyiaran TVRI menjadi faktor utama meningkatnya antusiasme masyarakat. Dengan 188 pemancar serta 34 stasiun daerah yang tersebar di berbagai wilayah provinsi.
Kondisi tersebut memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan, termasuk di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses siaran.
Sebagai lembaga penyiaran publik pemerintah sekaligus official host broadcaster piala dunia, TVRI juga mengemban tanggung jawab untuk menghadirkan siaran yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mengusung tema “Bola Gembira” dalam penyiaran piala dunia 2026, Usman menjelaskan makna filosofisnya adalah menghadirkan kegembiraan kepada masyarakat, sesuai harapan yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto kepada TVRI.
Setidaknya, ada tiga pesan utama yang ingin dihadirkan melalui tema tersebut.
“Pertama, kita ingin menghadirkan kegembiraan melalui tontonan piala dunia. Kedua, tayangan piala dunia di TVRI menginspirasi pesepak bola di Indonesia untuk lebih baik, bisa maju di piala dunia 4 tahun ke depan,” kata Usman.
“Ketiga, menghasilkan efek domino secara ekonomi terutama bagi usaha kecil dan menengah serta mikro.”
Selain itu, TVRI juga membuka ruang partisipasi publik melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang dapat diselenggarakan oleh masyarakat secara luas.
“TVRI membuka seluas-luasnya bagi masyarakat untuk nobar, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai penonton,” ujar Usman.
Melalui berbagai upaya tersebut, TVRI ingin memastikan tayangan dunia tersebut dinikmati seluas-luasnya oleh masyarakat yang ada di Indonesia tanpa kecuali.[ant.kt]


