31 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Indonesia Inisiasi Pembentukan Asosiasi Pupuk Asia Tenggara

Bali, Bhirawa

BUMN PT Pupuk Indonesia menginisiasi pembentukan Asosiasi Pupuk Asia Tenggara (SEAFA) yang bertujuan sebagai wadah kolaborasi dan menjaga pasokan khususnya di kawasan regional itu.

“Kami yang ajak lebih dulu, kami berbicara dengan Brunei dan Malaysia kemudian sepakat,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi di sela Konferensi Pupuk Asia 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

Deklarasi pembentukan asosiasi itu ditandai dengan penandatanganan oleh Rahmad bersama Dirut Industri Pupuk Brunei (BFI) Harri Kiiski dan perwakilan dari Petronas Chemicals Group Berhad Bahrin bin Asmawi.

Penandatanganan pembentukan asosiasi itu dilakukan dihadapan sekitar 200 peserta forum pupuk Asia dari 30 negara.

“Ini adalah berbagi tanggung jawab, tidak bisa satu perusahaan saja ketika berbicara keamanan pangan, tapi regional dan global,” kata Rahmad.

Rahmad menilai asosiasi itu dibentuk oleh perusahaan dari tiga negara pendiri yakni Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia dan berpotensi jumlah negara akan bertambah.

Sementara itu, Direktur Utama BFI Harri Kiiski menjelaskan pembentukan asosiasi itu dinilai penting selain sebagai wadah kerja sama juga agar pemangku kebijakan dapat mempertimbangkan suara dari industri.

“Sangat penting suara industri didengar mencakup wilayah ASEAN karena kami ada banyak tantangan mencakup produksi, hingga upaya berkelanjutan,” katanya menambahkan.

Kehadiran asosiasi baru itu diharapkan menjadi salah satu solusi negara-negara di kawasan akibat terganggunya pasokan pupuk dunia karena terdampak konflik Timur Tengah.

Berita Terkait :  HCML Raih Penghargaan 'Excellence in Strategic Communication and Public Engagement'

Konflik itu mengakibatkan terbatasnya akses Selat Hormuz di Iran yang menjadi jalur perlintasan sekitar 30 persen pupuk dunia.

Di sisi lain, Indonesia menjadi salah satu produsen pupuk termasuk jenis urea terbesar di dunia.

Pupuk Indonesia sebagai BUMN tanah air memiliki kapasitas produksi 14,5 juta ton per tahun dengan produksi urea per tahunnya mencapai 9,4 juta ton, dengan kebutuhan urea dalam negeri mencapai sekitar 7 juta ton.

Pihaknya juga memproduksi pupuk nitrogen, fosfat dan kalium (NPK) rata-rata per tahun mencapai 4,6 juta, pupuk lainnya 0,8 juta ton per tahun, amonia 7 juta ton dan produk kimia lainnya 1,6 juta ton per tahun.

Sementara itu, untuk bahan baku pupuk, Rahmad menambahkan juga tidak menjadi masalah karena bahan baku urea dari dalam negeri, sedangkan jenis fosfat dan kalium diimpor dari negara yang tidak terlibat konflik Timur Tengah. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!