27 C
Sidoarjo
Thursday, March 26, 2026
spot_img

Riset Diminta Fokus Jawab 600 Isu Strategis


Surabaya, Bhirawa
Kebutuhan riset yang benar-benar menjawab persoalan riil pembangunan daerah menjadi sorotan dalam sosialisasi panduan riset kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur melalui skema Jatim Melaju. Sebab, pemerintah provinsi saat ini menghadapi lebih dari 600 isu strategis yang membutuhkan solusi konkret berbasis kajian ilmiah.

Hal tersebut disampaikan Perwakilan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, Dr Andriyanto, dalam kegiatan yang digelar di Ruang Sidang Senat lantai 1 Gedung Rektorat ITS, beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, riset yang dilakukan perguruan tinggi harus berorientasi pada penyelesaian masalah, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. “Hasil riset bukan gimik, tetapi harus benar-benar menjawab persoalan,” ujarnya.

Menurutnya, ratusan isu strategis tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah, mencakup persoalan kemiskinan, ketahanan pangan, pelayanan dasar hingga penguatan ekonomi. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi melalui riset kolaboratif dinilai sangat penting dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati menekankan bahwa kompleksitas persoalan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas kampus agar potensi akademik yang tersebar dapat dioptimalkan. “Kolaborasi ini harus menghasilkan solusi konkret yang dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Melalui program Jatim Melaju, sebanyak 15 PTN di Jawa Timur yang tergabung dalam Forum Paguyuban Rektor Jawa Timur berkomitmen memperkuat kolaborasi riset. Sosialisasi ini turut memaparkan mekanisme pengajuan proposal, skema pendanaan, hingga strategi hilirisasi hasil riset agar lebih implementatif.

Berita Terkait :  Dispursip Bojonegoro Sukseskan GNSTA, Dorong Digitalisasi Arsip

Program tersebut juga mengusung pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, masyarakat, serta media. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan hasil riset tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata.

Adapun fokus kajian dalam program ini diarahkan pada isu-isu prioritas pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, energi baru terbarukan, serta peningkatan daya saing ekonomi daerah.

Selain itu, riset kolaboratif ini juga diharapkan mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya mengurangi kemiskinan, menghapus kelaparan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!