25 C
Sidoarjo
Monday, March 16, 2026
spot_img

Jawa Timur Siapkan Layanan Terbaik Selama Arus Mudik Lebaran 2028


Dinas Kesehatan, BPBD dan DPU Bina Marga Siapkan Langkah Taktis
Pemprov, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah bersiap memberikan layanan selama masa mudik Lebaran 2026. Sejumlah OPD Pemprov Jatim terkait layanan mudik lebaran telah mempersiapkan sejumlah tim untuk bekerja semala arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.

Tercatat Dinas Kesehatan Jawa Timur , Dinas PU Bina Marga Jatim dan BPBD Jawa Timur menyiapkan sejumlah program antisipasi dan mitigasi selama lebaran.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memastikan kesiapan layanan kesehatan dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026 M.

Kesiapsiagaan ini dilakukan guna menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas selama periode mudik Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM., M.A.R.S. mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 217 pos kesehatan yang tersebar di berbagai titik strategis jalur mudik di Jawa Timur.

Pos kesehatan tersebut berada di lokasi-lokasi dengan mobilitas tinggi, seperti terminal, stasiun, pelabuhan, rest area, tempat ibadah, serta kawasan wisata.

“Pos kesehatan ini kami siapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara cepat kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, sehingga apabila pemudik mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan dapat segera memperoleh penanganan,” terangnya, Senin (16/3).

Selain pos kesehatan, sebanyak 447 rumah sakit di Jawa Timur juga tetap membuka layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam sepanjang masa mudik dan arus balik Lebaran.

Untuk mendukung kesiapan layanan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga menyiagakan tenaga kesehatan melalui sistem piket yang terdiri dari 343 dokter, 5.172 perawat, 44 tenaga kesehatan tradisional dan 2.852 pengemudi ambulans.

Berita Terkait :  Wagub Jatim Ajak GKSI Bijak Hadapi Derasnya Informasi Digital

Menurut Prof. Erwin, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan sehat.

“Kami juga memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPJS Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta aparat keamanan, agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama arus mudik dapat berjalan optimal dan setiap kondisi darurat dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Sementara itu, layanan kegawatdaruratan juga diperkuat melalui Public Safety Center (PSC) 119 yang telah tersedia di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Melalui layanan ini, masyarakat dapat segera memperoleh pertolongan medis apabila terjadi kondisi darurat selama perjalanan.

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan kontak person atau call center layanan kesehatan di masing-masing dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi maupun bantuan layanan kesehatan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Prof. Erwin mengimbau para petugas kesehatan yang bertugas di pos-pos kesehatan agar selalu sigap dan memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi serta monitoring kesehatan masyarakat selama periode mudik.

“Petugas kesehatan diharapkan selalu sigap dan ramah dalam melayani masyarakat. Koordinasi antarinstansi harus terus dijaga, sehingga setiap kejadian dapat ditangani secara cepat dan tepat,” tuturnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan mudik dengan beristirahat yang cukup, melakukan peregangan setiap empat jam perjalanan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta membawa obat pribadi bagi yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Melalui berbagai langkah kesiapsiagaan tersebut, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan nyaman, sehingga momen Idulfitri dapat dirayakan bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan.

Berita Terkait :  Bupati Sambut Positif Wacana Situbondo Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Gelar OMC Selama Lebaran
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi di wilayah Jawa Timur hingga akhir Maret 2026.

Melalui operasi modifikasi cuaca ini, BPBD Jatim berharap potensi dampak cuaca ekstrem dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat, khususnya selama masa libur Lebaran, tetap berjalan dengan aman.

Pelaksanaan OMC tersebut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 Maret hingga 25 Maret 2026 atau hingga H+5 Lebaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus menekan potensi dampak hujan dengan intensitas tinggi di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan setelah BPBD Jatim memperoleh persetujuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya telah melakukan analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur.

“Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan selama 10 hari untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi,” ujarnya.

Menurut Gatot, pelaksanaan OMC difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi curah hujan tinggi, terutama kawasan yang berisiko mengalami banjir maupun tanah longsor.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain kawasan Pacet dan Cangar di Kabupaten Mojokerto, Kota Batu, wilayah Malang hingga Surabaya yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Jatim menyiapkan sebanyak 22 sortie penerbangan untuk kegiatan penyemaian awan. Pelaksanaan sortie tersebut akan disesuaikan dengan peta potensi hujan yang disusun BMKG berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer di wilayah Jawa Timur.

Berita Terkait :  Bupati Bangkalan Dorong Program Satu Desa Satu Sarjana

Siapkan TIM URC
Dinas PU Bina Marga Jawa Timur menyiapkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pemudik Lebaran 2026. Tim khusus ini bertugas menangani laporan masyarakat atau keadaan darurat dengan respons cepat.

Haniffan Daruquthni Baihaqi, Kepala Seksi Rekayasa Teknik Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur menjelaskan, fokus utama Tim URC mencakup perbaikan jalan rusak dan berlubang.

Langkah ini bertujuan meminimalisir risiko bagi sekitar 25 juta pemudik di Jawa Timur, menurut estimasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim tahun 2025. Jaringan jalan provinsi sepanjang 12.500 kilometer menjadi prioritas pengawasan selama arus mudik.

Haniffan Daruquthni Baihaqi menjelaskan bahwa Tim URC disiagakan mulai H-10 hingga H+10 Lebaran, yang diprediksi jatuh pada 30 Maret 2026.

“Tim URC kami sudah bersiaga di 11 Unit Pelayanan Teknis (UPT) kami yang tersebar di seluruh Jatim. Kami berharap tidak ada kejadian luar biasa yang terjadi, namun telah bersiaga dengan segala sesuatu yang diluar prediksi,” cetus dia, Senin (16/3/2026).

Tim URC siap bergerak jika ditemukan jalan berlubang atau rusak selama masa arus mudik dan balik. Merujuk pada data Dinas PU Bina Marga Jatim, pada Lebaran 2025, tim serupa telah memperbaiki 1.200 titik kerusakan jalan dalam waktu 48 jam, mengurangi kecelakaan lalu lintas hingga 15% dibanding tahun sebelumnya.

“Jika ada jalan rusak dan berlubang kami akan langsung respon dengan melakukan penambalan. Kami berharap dengan langkah ini tidak terjadi musibah kecelakaan atau hal-hal yang tidak di inginkan selama arus mudik dan balik Lebaran kali ini,” tegasnya. [riq.fir.aya.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!