Tulungagung, Bhirawa
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah untuk melihat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada siswa setempat. Sidak dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang.
“Saya turun melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan karena beberapa hari yang lalu ditelepon Bu Nanik S Deyang untuk sidak di lapangan,” ujar Bupati Gatut Sunu, Jumat (13/3).
Sidak tersebut, menurut dia, dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB dan diikuti seluruh anggota Satgas MBG Kabupaten Tulunggaung. Di antaranya Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung yang sekaligus Ketua Satgas MBG Tulungagung, J Bagus Kuncoro, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Sony Welly Ahmadi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, Inspektur Kabupaten Tulungagung, Esty Purwatik dan Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini.
“Sidak dilakukan ke penerima manfaat. Ada beberapa titik dan sampel di tempat yang sempat viral. Ini merupakan tugas kami selaku kepala daerah,” tambahnya.
Bupati Gatut Sunu tidak menjelaskan hasil sidak yang dilakukan di bulan Ramadan ini. Ia menyebut hasil sidak akan dilaporkan pada Nanik S Deyang.
“Hasilnya dilaporkan ke beliau (Nanik S Deyang). Tugas kami melaksanakan sidak dan tidak ada muatan politis,” tandasnya.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya hasil sidak pada BGN. “Terkait hasilnya biar BGN. Kami hanya melaporkan,” tuturnya.
Rencananya, sidak serupa akan terus dilakukan oleh Bupati Gatut Sunu. Sidak dilakukan secara periodik dengan titik tuju yang dirahasiakan.
“Yang jelas ini untuk kebaikan masyarakat Tulungagung. Kami tidak ingin program yang bagus, khususnya dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, tetapi di tingkat bawah ada oknum tertentu yang melakukan kegiatan untuk kepentingan pribadi,” paparnya.
Selaku kepala daerah, lanjut dia, akan selalu mengawal program MBG dan harapanya ke depan tidak ada kejadian yang melanggar SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ditentukan.
Sedang terkait penutupan sementara (suspend) lima SPPG di Tulungagung, mantan Wabup Tulungagung ini menyatakan hal tersebut merupakan hal biasa. “Kalau memang SPPG melanggar SOP maka itu sudah menjadi risiko. Karena memang program MBG harus dilaksanakan dengan benar,” pungkasnya. [wed.wwn]


