Tulungagung, Bhirawa
Setelah resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Tulungagung yang baru, Rijal A’bdulloh gerak cepat melakukan restrukturisasi di tingkat cabang dan ranting. Restrukturisasi tersebut bakal dimulai dalam bulan ini.
“Restrukturisasi di tingkat cabang (kecamatan) dan ranting (desa) dilakukan untuk evaluasi hasil pemilu. Dalam restrukturisasi ini akan menjaring juga sosok terbaik dari latar belakang apa pun. Kita akan belajar bersama dan membangun pikiran bersama,” ujar Rijal, Minggu (15/3).
Ia mengakui jika kepengurusan DPD PAN Tulungagung yang mendapat SK dari DPP PAN melalui DPW PAN Jatim pada Jumat (13/3) lalu mempunyai struktur yang menarik. Mereka merupakan gabungan lintas generasi.
“Komposisinya gabungan dari generasi Z, generasi Milenial dan generasi X . Jadi ada semua. Insya Allah akan bekerja kolaboratif dan saling melengkapi,” sambungnya.
Termasuk untuk jabatan Sekretaris dan Bendahara. Saat ini kedua jabatan tersebut, menurut pria yang juga menjabat sebagai Sekretars Komisi B DPRD Tulungagung dijabat oleh Muhammad Favian Rizki Pratama dan Mohammad Hasan Rido. Kedua merupakan kader muda PAN yang berlatar belakang pengusaha.
Selanjutnya Rijal yang kini baru berusia 33 tahun dan tercatat sebagai ketua partai termuda di Tulungagung ini mengungkapkan ke depan akan melakukan penguatan stuktur partai. Utamanya, transformasi partai yang modern dan pemanfaatan teknologi AI dalam kerja politik.
“Kami ingin kader yang profesional. Punya kemampuan meyakinkan masyarakat, bagaimana partai bermanfaat bagi Tulungagung ke depan, sembari melakukan sosial kemasyarakatan melalui Fraksi PAN di DPRD Tulungagung. Disamping punya kebijakan inovasi dimana punya ruang khusus untuk mengkaji kebijakan publik, dinamika ekonomi, politik dan sosial di Tulungagung,” paparnya.
Soal tambahan kursi PAN di DPRD Tulungagung, Rijal yang menjabat pula sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Tulungagung ini menjawab dengan senyuman.
“Target kursi belum ada. Yang penting bekerja dulu yang berimpact (berdampak) pada masyarakat,” timpalnya kemudian.
Rijal menyebut pemilu bukan pemilu saja, tetapi proses kita belajar terus menerus untuk mendewasakan dan memperbaiki peradaban yang ada. Masyarakat diajak punya kesadaran bersama untuk membangun serta memajukan Tulungagung.
“Kami ingin kerja yang dampaknya dapat lebih dirasakan masyarakat. Seperti yang kami lakukan baru-baru ini dengan melaksanakan operasi pasar bahan pokok yang diinstruksikan Ketua DPP PAN. Ada 3.000 paket sembako yang bisa ditebus murah oleh masyarakat,” pungkasnya. [wed.dre]


