Momentum Ngebak Geni akan menjadi jembatan budaya keagamaan, yang memper-erat tali persaudaraan kebangsaan di Bali. Perayaan hari raya Idu Fitri 1447 Hijriyah (2026) bagai mengiringi hari raya Nyepi 1948 Saka. Seantero Bali akan benar-benar terasa sapi ditinggal mudik lebaran ke Jawa (dan ke Lombok). Segenap masjid dan mushala, juga sepi tidak mengunakan speaker saat mengumandangkan adzan selama Nyepi.
Di luar Bali, suasana kampung yang memiliki Pura Hindu, juga tidak menggunakan speaker saat adzan, hanya selama hari raya Nyepi. Termasuk di Surabaya, telah disepakati dalam forum kerukunan umat beragama (FKUB). PerayaanharirayaNyepi (olehumat Hindu) akanterasalebihindah, karenaberiringandenganharirayaIdul Fitri. Tetapi antara muslim dan umat Hindu di Bali telah memiliki adat budaya Ngebak Geni. Yakni, mengusir kesepian dengan kunjungan persaudaraan yang hangat.
Sudahbiasamengunjungisahabattetanggaumat Hindu, salingber-maaf-an padasaatNgebakGeni (usaiharirayaNyepi). Persis bertepatandengan 1 Syawal 1447 Hijriyah, saatumat Islam merayakanIdulFitri.Hubunganantar-umattelahterjalinber-abad-abadlalu. Bahkanumat Islam melakukanpembacaanshalawatdengantembang Hindu, menyambutIdulFiri. Nyepi menjadi tradisi umat Hindu di Bali merayakan tahun baru Saka. Sekaligus sebagai hari Tilem Kesanga (IX).
Sehari sebelum Nyepi,diperingati sebagai periode penyucian dewa-dewa di pusat samudera, membawa intisari amerta (air hidup). Tahun Baru Saka di Bali, tidak diperingat dengan hura-hura. Melainkan dengan menyepi. Pada hari raya Nyepi, tidak ada aktivitas seperti biasa, tidak menyalakan api (kompor) untuk memasak. Bagai “puasa total.” Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum pemerintahan. Tak terkecuali bandara internasional tutup. Hanya rumah sakit yang boleh buka. Suasana hari raya Nyepi, di Bali, berbeda dengan di negara lain (Hindu India).
Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk mensucikan Bhuana Alit (yakni, setiap manusia sebagai mikro-kosmos). Serta mensucikan Bhuana Agung (alam semesta). Sebelum hari raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali. Yakni, penyucian melalui upacara Melasti. Seluruh sarana persembahyangan yang berada di Pura (tempat suci) diarak ke pantai atau danau (Tirta Amerta).
Perayaan Idul Fitri, selalu menjadi momentum paling riuh di seluruh dunia. Terutama di Indonesia, dirayakan secara kolosal sebagai adat budaya bersendi agama. Adat paling ditunggu selama setahun (dan setelah berpuasa selama sebulan), adalah mudiklebaran. Artinya pulang kampung dari berbagai kawasan rantau. Bisa jadi merantau sangat jauh (sampai luar negeri), wajib pulang. Lebih lagi yang merantau dekat, sangat wajib mudik. Tidak mudik, hanya berlaku untuk yang tidak beruntung, dan jatuh miskin.
Mudik lebaran menjadi momentum pertemuan besar seluruh keluarga, dan sahabat yang cukup lama ditinggalkan. Menyampaikan berbagai cerita, dan pengalaman di rantau.Mudik lebaran sebagai silaturahim, merupakan ajaran (perintah) agama, yang tercantum dalam kitab suci Al-Quran dan hadits Nabi SAW.. Begitu pula mudik pulang kampung untuk bertemu orangtua, sebagai bakti, merupakan perintah agama. Bahkan cinta kampung halaman juga ajaran agama.
Persaudaraan dalam ajaran Islam, berlaku kepada setiap sesama umat manusia, dan kepada seluruh isi alam. Rukun dan damai dengan perbedaan agama, bahasa, dan adat sudah menjadi kebiasaan bangsa Indonesia. Bahkan juga terdapat “terowongan silaturahim” yang mebhubungkan masjid Istiqlal dengan Katedral Jakarta.
——— 000 ———


