27 C
Sidoarjo
Thursday, March 12, 2026
spot_img

Pemkot Surabaya Ajak Orang Tua Awasi Penggunaan Medsos Anak

Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung kebijakan Pemerintah pusat akan membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak-anak di bawah usia 16.

Pemkot Surabaya telah melakukan langkah serupa dengan menerapkan pembatasan penggunaan gadget bagi siswa di lingkungan sekolah Kamis, (12/3/2026)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengukapkan pembatasan medsos membantu menekan penyebaran informasi tidak benar sekaligus mendorong anak lebih selektif dalam menyerap informasi yang beredar di ruang digital.

“Pembatasan medsos sudah kita dahulu (terapkan), Satu terkait dengan konten-konten yang gak benar (negatif), kedua bagaimana (melindungi) terhadap anak-anak dan remaja, kita sudah lakukan itu, berharap kebijakan tersebut membuat anak-anak lebih banyak menerima informasi bersifat edukatif dan bermanfaat,” jelasnya.

Eri menyampaikan bahwa masyarakat menggunakan medsos secara bijak dan bertanggung jawab dengan memanfaatkan platform digital untuk hal-hal yang positif.

“Penggunaan medsos yang bijak akan memberikan dampak baik bagi lingkungan sosial maupun perkembangan generasi muda, semoga pembatasan medsos ini warga Surabaya khususnya, dan Indonesia bisa berpikir yang masuk di otak kita itu adalah berita-berita positif, kegiatan-kegiatan yang memang benar, bukan hoax,” tuturnya.

Eri telah mengevaluasi pembatasan penggunaan gadget di sekolah, hingga kini dijalankan pada jenjang SD dan SMP, Pemkot Surabaya tengah berupaya memperluas gerakan tersebut kepada siswa SMA/SMK melalui program berbasis masyarakat.

“Sukur bergerak terus pembatasan gadget untuk anak-anak sekolah yang memang ada di bawah kendali kita, SD dan SMP. Yang SMA nanti kita gerakan masukkan lagi melalui Kampung Pancasila,” ucapnya.

Berita Terkait :  Kementerian PU Dorong Pemda Kerja Sama dengan Swasta untuk Percepat Akses Air Bersih

Eri menambahkan keberhasilan penggunaan gadget dan media sosial pada anak-anak tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, tapi membutuhkan keterlibatan orang tua, lingkungan, serta masyarakat agar pengawasan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa sendiri, tapi pasti kita melibatkan orang tua, melibatkan lingkungan, itu yang terpenting,” imbuhnya. [ren.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!