32 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

KPI – MUI Sinergi Pantau Siaran di Bulan Ramadan 1447 H

Ketua KPI, Ubaidillah saat memberikan sambutan pada acara Expose Hasil Pemantauan Siaran Ramadan 1447 H.

Jakarta, Bhirawa.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memantau siaran televisi selama bulan Ramadan 1447 H/ 2026. Ketua KPI, Ubaidillah bahkan membuat perumpamaan yang unik tentang kerjasama antara pihaknya dengan MUI itu.

Ubaidillah menyebutkan, kolaborasi KPI dan MUI dalam melakukan pemantauan siaran televisi selama Ramadan itu layaknya sebuah ikatan pernikahan yang harmonis.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPI saat acara Ekspose Hasil Pemantauan Siaran Ramadan 1447 H yang digelar KPI bersama Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) MUI di Aula Buya Hamka Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (05/03).

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Seperti, Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH Asruron Ni’am Sholeh, Wasekjen MUI Bidang Infokomdigi, H. Asrori S. Karni, dan Wakil Ketua Komisi Infokomdigi MUI, Prof. Gun Gun Heryanto.

Laporan hasil pemantauan ini diharapkan menjadi rujukan lembaga penyiaran untuk terus meningkatkan kualitas konten religi yang tidak hanya dari sisi teknis aturan, namun juga pada sisi kedalaman makna syariat.

Ketua KPI mengatakan, sinergi antara KPI dengan MUI itu bukanlah hal baru, namun merupakan komitmen panjang yang terjaga selama hampir dua dekade.

“Kolaborasi ini sudah menjadi sebuah pernikahan yang sangat harmonis karena sudah berjalan bertahun-tahun,” kata Ubaidillah.

Berita Terkait :  Khofifah Bersama Muslimat NU Silaturahim dengan Syekh Afeefuddin, Dapat Ijazah Manaqib Langsung dari Cicit Syekh Abdul Qadir Al Jailani

Dia menambahkan, kolaborasi itu semakin istimewa di tengah tantangan zaman, terutama dalam memperkuat literasi masyarakat dan pengawasan konten di era digital.

Ubaidillah menegaskan, peran MUI sangat penting sebagai penunjuk arah moral bagi tayangan-tayangan di Indonesia dan bertujuan agar konten-konten untuk masyarakat benar-benar bersifat Rahmatal Lil Alamin.

“Jika KPI adalah penjaga gerbang regulasi, maka MUI adalah penjaga hati substansi,” tutur Ubaidillah.

“Terima kasih atas kolaborasi ini dan kerja keras tim pantauan yang menjadi kadang amal jariyah bagi kita semua,” tuturnya lagi.(rif.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!