Jakarta, Bhirawa
Uni Emirat Arab (UEA) telah mencegat lebih dari 180 rudal balistik sejak Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk usai diserang oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel.
Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) UEA Brigadir Jenderal Pilot Abdulnasir Alhameedi menegaskan bahwa UEA senantiasa berada dalam tingkat kesiapsiagaan operasional tertinggi untuk mengatasi potensi ancaman.
“Sejak awal serangan Iran, pertahanan udara UEA telah menangani 186 rudal balistik, dengan 172 rudal hancur, sementara 13 rudal jatuh ke laut dan satu jatuh di wilayah UEA,” menurut otoritas UEA, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Emirat WAM di Jakarta, Kamis.
Sebagian besar dari dampak yang tercatat tersebut merupakan hasil dari operasi pencegatan rudal dan bukan merupakan serangan langsung, kata dia.
Alhameedi mengatakan Angkatan Bersenjata UEA mengoperasikan sistem pertahanan udara multi-lapisan terintegrasi yang mampu mengatasi berbagai bentuk ancaman udara.
“UEA juga memiliki cadangan amunisi strategis yang cukup untuk memastikan keberlanjutan operasi pertahanan dalam jangka waktu lama, sehingga kesiapan tempur dan keamanan nasional tetap terjaga,” ujarnya.
Sistem pertahanan UEA berhasil mencegat rudal balistik pada waktu yang tepat, sehingga secara signifikan dapat mengurangi potensi skala kerusakan dan mencegah hilangnya nyawa dan harta benda.
Namun demikian, Kemhan UEA mengakui operasi pencegatan dan pertahanan udara yang berjalan menimbulkan suara dentuman yang terdengar di berbagai daerah di seluruh UEA.
Angkatan Bersenjata UEA terus memantau perkembangan situasi baik pada matra darat, air, dan udara, dan Komando Umum Angkatan Bersenjata UEA senantiasa memastikan penguatan sistem pertahanan, sistem peringatan dini, dan struktur komando terpadu untuk memastikan respons cepat dan tepat atas setiap potensi ancaman.
Kemhan UEA turut mendorong semua orang di negara tersebut untuk mengikuti arahan resmi dari otoritas berwenang dan menekankan pentingnya memperoleh informasi hanya dari sumber resmi.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Televisi Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.
Iran kemudian meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab. [ant.kt]


