31 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Apindo Siapkan Mitigasi Adaptif Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

Secara keseluruhan, dunia usaha menyikapi kondisi ini dengan pendekatan ‘wait and see but prepared’ jika tekanan global berlanjut

Jakarta, Bhirawa

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) fokus pada mitigasi risiko yang bersifat realistis dan adaptif sebagai langkah awal dan jangka pendek dalam menghadapi potensi dampak kondisi di Timur Tengah yaitu konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

“Secara keseluruhan, dunia usaha menyikapi kondisi ini dengan pendekatan ‘wait and see but prepared’ apabila tekanan global berlanjut,” kata Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Adapun beberapa langkah tersebut di antaranya melalui penyesuaian struktur biaya produksi dan distribusi, dan peningkatan efisiensi operasional.

Lebih lanjut, penerapan manajemen risiko yang lebih disiplin termasuk pengelolaan eksposur valas, diversifikasi sumber pasokan, hingga pemanfaatan instrumen lindung nilai atau natural hedging yang tersedia.

Shinta mengatakan Apindo mendorong pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi dan pangan secara terukur, memperkuat cadangan dan distribusi logistik strategis, memastikan disiplin fiskal dan kebijakan moneter serta pengelolaan utang yang prudent, dan memberikan dukungan terarah kepada sektor-sektor ekonomi yang berpotensi terdampak.

“Di saat yang sama, penting bagi Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, menjaga posisi netral, serta mengedepankan prinsip perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar dia.

Berita Terkait :  Masa Angkutan Nataru Berakhir, KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Promo Diskon Tiket 30% Masih Berlaku Hingga 10 Januari 2026

Shinta menilai pendekatan yang tidak reaktif akan memastikan Indonesia tidak terseret ke dalam pusaran konflik geopolitik yang berpotensi menambah risiko ekonomi domestik.

Stabilitas politik dan kredibilitas diplomatik pun, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pasar serta keberlanjutan aktivitas dunia usaha.

“Pada akhirnya, koordinasi kebijakan yang solid dan terukur akan sangat menentukan daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang,” kata Shinta.

Sebelumnya pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban sipil.

Serangan itu juga menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei dan beberapa pejabat senior pemerintah dan militer Iran tewas.

Iran membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel, serta pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!