27 C
Sidoarjo
Monday, February 23, 2026
spot_img

Gelar Pasar Murah Serentak di 20 Kecamatan, Upayakan Stabilisasi Harga Jelang Lebaran


Kerja Bareng Pemkab Tuban-Bank Jatim
Tuban, Bhirawa
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban hadir membantu meringankan kebutuhan warga saat bulan Ramadan kali ini. Pasar Murah Ramadan 2026 secara resmi dimulai serentak di 20 kecamatan.

Di tempat terpisah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, M.AP, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pemerintah mengambil langkah itu setelah mencermati tren harga bahan pokok penting (bapokting) dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami melihat kecenderungan harga sembako naik cukup signifikan. Karena itu kami (Pemkab Tuban, red) hadir untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tersedia,” ujar Agus Wijaya.

Program ini menjadi langkah intervensi daerah untuk menekan lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan IdulFitri 1447 H.

Selain itu, Agus-sapaan Asisten Perekonomian dan Pembangunan-menjelaskan, seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar. Meski demikian, untuk komoditas seperti cabai yang fluktuasinya tinggi, harga menyesuaikan perkembangan harian.

Di sektor distribusi, imbuhnya, pemerintah mengoptimalkan pasokan dari wilayah penghasil cabai seperti Kecamatan Bancar, Grabagan, Kerek, dan Kenduruan guna menjaga ketersediaan barang di pasar murah.

Selanjutnya, pemerintah menerapkan sistem monitoring dan evaluasi harian. Setiap lokasi memiliki penanggung jawab yang melaporkan perkembangan stok, volume penjualan, serta dinamika lapangan. Jika stok menipis, tambahan pasokan segera dikirim.

“Kami tidak ingin masyarakat panik atau kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Target kami harga stabil sampai menjelang lebaran dan inflasi tetap terkendali,” kata Agus.

Berita Terkait :  Pj Wali Kota Mojokerto Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Bantuan Tersalurkan

Selain pasar murah, Agus menambahkan bahwa pihaknya juga menggelar pasar takjil di 20 kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kegiatan tersebut memberi ruang bagi UMKM memasarkan produk selama Ramadan sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan.

Untuk diketahui, produk beras SPHP kemasan 5 kg yang disupport Bulog dijual Rp. 58.000,-. Untuk komoditas minyak dijual Rp. 15.500,- per kg, gula pasir seharga Rp. 17.000,- per kg. Selain itu, masih terdapat telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih yang dijual lebih rendah.

Salah pelaksanaan Pasar Murah Ramadan adalah di halaman kantor Kecamatan Semanding, diserbu warga. Berbagai komoditas pangan dijual lebih murah dibandingkan dengan harga pasar.

Sekretaris Kecamatan Semanding, Dwi Putri Novianie, S.STP, MM., mengungkapkan sejak dimulai pukul 8.30 WIB warga terus berdatangan. Para pembeli kebanyakan adalah ibu-ibu yang mengincar bahan pokok berkualitas dengan harga yang murah.

“Alhamdulillah, warga antusias membeli berbagai bahan pokok, terutama komoditas minyak,” jelasnya (23/2).

Pemerintah terus memaksimalkan promosi ke warga, baik ke media sosial maupun promosi konvensional. Pelaksanaan Pasar Murah Ramadan kali ini diadakan mulai 23 Februari sampai 13 Maret 2026. Masyarakat dapat membeli sejumlah bahan pokok di kantor Kecamatan Semanding Senin-Jumat mulai 8.30 hingga 14.30 WIB.

Sekcam Novi menjelaskan produk yang dijual di Pasar Murah Ramadan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Khusus untuk komoditas minyak dilakukan pembatasan pembelian yaitu satu orang hanya boleh membeli minyak dan gula maksimal 1 bungkus setiap harinya.

Berita Terkait :  Oknum Pejabat ASN di Lingkungan Pemkab Malang Diduga Selingkuh

“Jika ingin membeli lagi, kami persilakan untuk membeli esok hari. Tujuannya agar semua warga kebagian,” sambungnya.

Pemerintah juga bekerja sama dengan Bank Jatim untuk menyediakan barcode untuk mempermudah proses transaksi. Sehingga warga dapat membayar secara non-tunai dan tidak kesulitan mencari pecahan kecil.

Kendati berlangsung di hari aktif, Sekcam Semanding menegaskan pelayanan administrasi tetap berlangsung dengan baik.

Petugas dijadwalkan secara bergiliran untuk memberikan pelayanan publik maupun menjaga stan jualan.

“Usai mengurus dokumennya, warga juga bisa berbelanja,” tandasnya.

Salah satu pembeli asal desa Pruggahan Kulon, Aulia mengaku senang karena bisa membeli sejumlah bahan pokok. Menurutnya, komoditas yang dijual di kantor Kecamatan Semanding memiliki kualitas yang baik dengan harga murah.

Aulia menambahkan kegiatan ini sangat bermanfaat terutama di bulan Ramadan. Ia berharap program semacam ini dapat terus dijalankan.

“Tidak hanya saat bulan Ramadan, tapi bisa terus dilanjutkan pada bulan berikutnya,” terangnya. [hud.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru