Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan menyalurkan bantuan sosial melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) bagi warga yang menjadi korban bencana alam akibat cuaca ekstrem.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi upaya percepatan pemulihan infrastruktur hunian warga yang rusak akibat terdampak fenomena alam di wilayah Ngemplakrejo, Kota Pasuruan.
Wakil Wali Kota Pasuruan, HM Nawawi menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di wilayah Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, Kamis (19/2).
Didampingi Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan dan lurah setempat, pria yang akrab disapa Mas Nawawi itu mendatangi langsung rumah warga terdampak.
“Pagi ini, kami hadir di Ngemplakrejo untuk menyerahkan bantuan BTT dari BPBD. Ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Mas Nawawi di sela-sela penyerahan bantuan.
Selain menyerahkan bantuan materiil, Pemkot Pasuruan juga menekankan pentingnya mitigasi bencana mandiri di tingkat rumah tangga.
Mas Nawawi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat anomali cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Jawa Timur, khususnya di kawasan pesisir Pasuruan.
Ia juga mengaitkan aspek pemulihan pascabencana dengan isu kesehatan masyarakat. Termasuk juga, mendorong warga untuk tetap menjaga higienitas lingkungan sebagai upaya kolektif menurunkan angka tengkes (stunting).
“Dan cuaca saat ini ekstrem, maka menjaga kebersihan lingkungan adalah kewajiban. Hidup sehat harus tetap dijaga agar angka stunting di Kota Pasuruan semakin menurun. Kami bersyukur infrastruktur dasar seperti aliran PDAM di wilayah ini sudah lancar, sehingga mendukung gaya hidup sehat warga,” imbuhnya.
Bantuan tersebut dialokasikan kepada delapan penerima manfaat yang tersebar di beberapa kelurahan. Seperti Ngemplakrejo, Petamanan hingga Blandongan.
Besaran dana yang diberikan bervariasi, berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp24 juta, bergantung pada tingkat kerusakan bangunan berdasarkan asesmen tim teknis BPBD. Tiga warga Ngemplakrejo, yakni M. Munif, Mudrika dan Khodijah, menjadi penerima simbolis dalam agenda tersebut.
Mudrika, salah satu penerima bantuan sebesar Rp16,6 juta, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah.
“Bantuan ini sangat kami butuhkan untuk memperbaiki kerusakan rumah. Di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, perbaikan rumah menjadi prioritas agar keluarga bisa merasa aman kembali,” katanya.
Senada dengan Mudrika, M Munif menyatakan bahwa proses pencairan bantuan ini diharapkan mampu mempercepat renovasi sebelum puncak musim penghujan kembali datang.
“Kami sangat berterima kasih. Dana ini akan langsung kami gunakan untuk membeli material bangunan yang rusak,” imbuh M Munif. [hil.kt]


