Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengunjungi salah satu stan di acara Mojoroto Night Culture, Minggu malam (15/2).
Pemkot Kediri, Bhirawa.
Halaman Kantor Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, dipadati warga pada Minggu malam (15/2). Kegiatan Mojoroto Night Culture berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam produk UMKM unggulan, pertunjukan campursari, pentas tari, pameran barang antik, hingga layanan administrasi kependudukan.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Mojoroto Night Culture tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menggerakkan ekonomi dan melestarikan budaya lokal.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kecamatan Mojoroto yang telah menggagas kegiatan ini. Lebih dari sekadar festival, ini adalah wujud nyata semangat gotong royong, kreativitas, dan keberanian menghadirkan ruang ekonomi dan budaya di tengah masyarakat,” ujar Qowimuddin.
Ia menilai pasar rakyat memiliki peran penting sebagai denyut nadi ekonomi. Di tempat inilah UMKM bertumbuh, kreativitas anak muda berkembang, dan budaya lokal tampil dengan percaya diri.
“Ketika stan-stan UMKM berdiri, pertunjukan seni ditampilkan, dan kuliner khas disajikan, sesungguhnya yang sedang kita bangun adalah ekosistem ekonomi berbasis masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Qowimuddin menyebut kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan Kediri City Tourism. Menurutnya, pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga pengalaman, suasana, cerita, dan identitas.
“Kita bisa belajar dari banyak kota dan negara yang punya event ikonik, seperti Festival Gion Matsuri di Kyoto, Jepang, atau Karnaval Rio di Brasil. Mojoroto pun bisa, karena kita memiliki potensi luar biasa,” tuturnya.
Ia berharap Mojoroto Night Culture dapat terus digelar dan menjadi agenda tahunan, bahkan masuk dalam kalender event resmi Kota Kediri. Dengan konsistensi, kegiatan ini diyakini mampu menarik kunjungan wisatawan dari luar daerah.
“Jika dilakukan secara rutin, bukan tidak mungkin orang datang ke Kediri khusus untuk menikmati suasana malam budaya di Mojoroto,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Qowimuddin juga berpesan kepada para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan, kemasan, dan pelayanan. Ia juga mengajak para seniman dan komunitas untuk terus berkarya dan berinovasi, serta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Pariwisata yang kuat lahir dari masyarakat yang kompak. Mari jadikan malam ini bukan hanya hiburan, tetapi momentum kebangkitan ekonomi dan identitas budaya Mojoroto,” pungkasnya.(van,nov.hel)

