Pemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu mendorong penguatan kebijakan pembangunan perkotaan kawasan Asia Pasifik yang berorientasi kesehatan.
Dalam kebijakan ini juga memasukkan pengendalian tembakau dan penciptaan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Dorongan ini telah disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman dalam The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit yang telah digelar di Jakarta.
Nurochman menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam menerapkan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) secara konsisten, khususnya di berbagai fasilitas publik.
“Komitmen ini telah kita wujudkan melalui penerapan kebijakan KTR di sejumlah fasilitas dan destinasi wisata sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat dan wisatawan,” ujarnya, Selasa (27/1).
Selain itu, Pemerintah Kota Batu juga memberlakukan kebijakan larangan merokok bagi pengemudi angkutan kota (angkot), dan pengemudi dari program Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis). Larangan merokok juga diberlakukan di kawasan alun-alun, Balai Kota Among Tani, dan kawasan publik lainnya.
Kemudian pengkot juga memberikan penghargaan kepada institusi swasta dan pemerintahan dalam komitmennya melaksanakan peraturan daerah dan keputusan walikota terkait KTR.
“Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah konkret Pemerintah Kota Batu dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda,” jelas Cak Nur, panggilan akrab Nurochman.
Adapun dalam forum APCAT, Cak Nur memaparkan perwujudan KTR sebagai bagian dari sharing session dan best practice di hadapan para pamimpin kota (wali kota) kawasan Asia Pasifik. Dan paparan tersebut mendapat apresiasi dan sambutan hangat dari para kepala daerah serta delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam forum internasional tersebut.
“Momen tersebut menjadi penting untuk menegaskan komitmen Kota Batu sebagai Kota Wisata yang berupaya konsisten mewujudkan lingkungan sehat serta berkontribusi dalam percakapan regional dan global terkait solusi kesehatan perkotaan,” jelas Nurochman.
Diketahui, APCAT Summit merupakan kegiatan yang mempertemukan para pemimpin kota di kawasan Asia Pasifik untuk membahas berbagai tantangan kesehatan perkotaan. Forum yang mengusung tema “Together We Bring Health Solutions” ini turut membahas isu pengendalian tembakau yang menjadi perhatian global. Hal ini seiring meningkatnya dampak kesehatan akibat konsumsi rokok di wilayah perkotaan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah daerah akibat agresivitas industri tembakau. Ia menyebut Indonesia berada pada peringkat 5 dunia dengan prevalensi perokok mencapai 38,2 persen pada tahun 2026.
Bima Arya juga menekankan tiga pilar keberlanjutan gerakan APCAT yaitu, inovasi, co-creation, dan regenerasi kepemimpinan. “Karena itu saya berharap APCAT bisa terus menjadi wadah kolaborasi lintas kota dan lintas negara dalam melindungi kesehatan masyarakat di kawasan Asia Pasifik,” harap Wamendagri. (nas.dre)

