Kota Batu, Bhirawa
Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) meninjau kesiapan destinasi wisata dalam menghadapi momentum libur nasional tahun 2026, khususnya momen libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi. Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI), Ni Luh Puspa tiba di Kota Batu dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Rabu (11/3) petang.
Wamenpar dan rombongan berdialog dengan pengelola destinasi yang berkumpul di Jawa Timur Park (JTP) 3 Kota Batu. Dalam dialog tersebut membahas strategi peningkatan kualitas layanan dan penguatan standar keselamatan wisata. “Selain itu masalah inovasi atraksi wisata juga penting agar mampu meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan,” ujar Ni Luh dalam arahannya.
Iapun mengapresiasi kesiapan Jatim Park Group sebagai salah satu pengelola destinasi wisata terbesar di Kota Batu. Destinasi ini dinilai memiliki kapasitas dan manajemen pengelolaan yang baik dalam menghadapi lonjakan wisatawan.
“Kami mengapresiasi kesiapan Jatim Park Group yang mampu menerima hampir 60 persen wisatawan yang datang ke Kota Batu. Ini menunjukkan pengelolaan destinasi wisata yang sangat baik dan profesional,” ungkap Ni Luh.
Diharapkan melalui kunjungan ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Dengan pertumbuhan yang baik maka keberadaan industro pariwisata akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat
Sementara, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menyatakan bahwa Pemerintah Kota Batu terus berkomitmen memastikan kesiapan sektor pariwisata. Kesiapan ini baik dari sisi destinasi, infrastruktur pendukung, hingga aspek keamanan. Selain itu aspek kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu juga tak luput dari pengawasan pemerintah kota.
Kota Batu sebagai Kota Wisata harus selalu siap menyambut kunjungan wisatawan. Hal ini terutama pada momentum libur panjang seperti Lebaran dan Imlek. “Kami terus memperkuat sinergi dengan seluruh stakeholder pariwisata agar pelayanan kepada wisatawan semakin optimal,” ujar Heli Suyanto. [nas.wwn]


