Surabaya, Bhirawa
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur meluncurkan inovasi ekosistem kewirausahaan pemuda bernama Yocopreneur (Youth Cooperative Entrepreneur) pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 di Halaman Kantor Bakorwil Pamekasan, Madura.
Platform berbasis digital ini menggabungkan pendekatan kolaborasi Pentahelix—pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media—serta kelembagaan Koperasi Multi Pihak (KMP). Melalui booth interaktif di lokasi acara, Dispora Jatim memperkenalkan Yocopreneur sebagai model baru pendampingan wirausaha muda yang terintegrasi, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Program Yocopreneur diharapkan menjadi wadah bagi para wirausahawan muda untuk mengembangkan usahannya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda di tanah kelahiran Pahlawan Nasional Mohammad Tabrani Soerjowitjitro ini menjadi sarana menghidupkan kembali visi persatuan melalui aksi nyata generasi muda. “Semangat persatuan 1928 kami terjemahkan ke dalam bentuk kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang inkusif dan berdaya saing,” ujar Hadi, Minggu (1/11).
Pengembangan Usaha
Selama ini, pengembangan kewirausahaan kerap terbentur kendala ego sektoral dan program pelatihan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa keberlanjutan. Padahal, akses pembiayaan, pelatihan SDM, hingga jaringan pasar pada dasarnya telah tersedia di berbagai lembaga.
Yocopreneur hadir untuk menjembatani potensi-potensi tersebut ke dalam satu tata kelola pendampingan terpadu. Pendekatan ini mengawal perjalanan wirausaha muda secara berkesinambungan—mulai dari identifikasi kebutuhan, pemetaan kapasitas, pendampingan usaha, hingga pemantauan perkembangan bisnis secara berkala.
Dengan pola ini, kegiatan pelatihan tidak lagi menjadi titik akhir intervensi pemerintah, melainkan awal dari proses pembinaan yang lebih luas. Dalam perencanaan strategis Dispora Jatim, model kolaborasi Koperasi Multi Pihak pada Yocopreneur mencatatkan nilai prioritas tertinggi sebagai solusi integrasi layanan kewirausahaan. Ke depan, ekosistem ini diharapkan dapat beradaptasi secara responsif terhadap kebutuhan nyata para pemula usaha di Jawa Timur melalui dukungan teknologi dan kemitraan strategis. wwn


