32 C
Sidoarjo
Tuesday, September 22, 2026
spot_img

Transaksi KDMP Kota Probolinggo Tembus Rp5,32 Miliar, Didominasi Beras SPHP

Kota Probolinggo, Bhirawa – Nilai transaksi atau omzet 29 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kota Probolinggo tercatat mencapai Rp5,32 miliar. Dari angka tersebut, transaksi beras medium SPHP kemasan 5 kilogram menjadi komoditas yang paling dominan.

Berdasarkan data pada dashboard Simkopdes Jawa Timur untuk Kota Probolinggo, total nilai transaksi 29 KDMP tercatat sebesar Rp5.324.153.500. Angka tersebut merupakan akumulasi nilai transaksi atau omzet dari seluruh KDMP yang ada di Kota Probolinggo.

Kabid Koperasi DKUP Kota Probolinggo, Yuda Hartanto, membenarkan angka tersebut. “Iya benar, di Simkopdes Jawa Timur, Kota Probolinggo, sudah tercantum di dashboard. Nilai transaksi tercatat Rp5,32 miliar,” ujar Yuda.

Dari total tersebut, beras medium SPHP kemasan 5 kilogram menjadi penyumbang terbesar. Tercatat sebanyak 442.777 kemasan dengan nilai transaksi mencapai Rp4.886.938.200.

Jumlah tersebut setara sekitar 2.213,9 ton beras jika dihitung berdasarkan kemasan 5 kilogram. Nilai transaksi beras SPHP juga mencapai sekitar 91,8 persen dari total transaksi yang tercatat.

Selain beras SPHP, transaksi KDMP berasal dari minyak goreng sebanyak 29.064 unit dengan nilai Rp421.476.000. Kemudian minyak goreng Bantal Pouch Minyak Kita 1 liter sebanyak 720 unit dengan nilai Rp11.160.000.

Sementara kategori barang lainnya tercatat sebanyak 346 unit dengan nilai transaksi Rp4.505.000. Sedangkan komoditas beras lainnya tercatat sebanyak lima unit dengan nilai Rp74.300.

Yuda mengatakan, data tersebut dapat diakses secara umum melalui dashboard Simkopdes. Namun, data yang tersedia hanya menunjukkan nilai transaksi secara keseluruhan dan tidak merinci transaksi masing-masing koperasi.

Berita Terkait :  Lancar Berkomunikasi, Jadi Kunci Pelanggan Setia Pakai Telkomsel

“Bisa diakses umum. Hanya sekadar data secara umum, bukan detail,” katanya.

Ia menegaskan, angka Rp5,32 miliar tersebut merupakan omzet atau nilai perputaran transaksi, bukan laba bersih yang diterima KDMP. “Itu dilihat dari omzet, bukan laba bersih,” jelasnya.

Data tersebut mencatat akumulasi transaksi dari 29 KDMP di Kota Probolinggo. Besarnya nilai transaksi terutama ditopang oleh penjualan beras SPHP yang mencapai lebih dari Rp4,8 miliar dari keseluruhan omzet yang tercatat.  [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!