Malang, Bhirawa
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkokoh jejaring akademik internasional sebagai bagian dari pemenuhan janji kinerja universitas. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan kembali pendaftaran Program Joint Degree dan Double Degree pada Program Studi Magister Administrasi Bisnis (MAB) untuk tahun akademik 2026.
Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hj. Hamidah Nayati Utami, M.Si., menegaskan bahwa perluasan jejaring ini selaras dengan capaian fakultas yang kini telah mengelola 11 program studi dengan akreditasi Unggul dan internasional.
“Semester ganjil mendatang, kami akan menambah kekuatan dengan operasional program studi S2 di Kampus Jakarta yang telah mengantongi izin dan akreditasi dari LAM. Jadi, total akan ada 13 program studi yang kami kelola,” ungkap Prof. Hamidah.
Penyelenggaraan program bergengsi ini diperkuat dengan payung hukum melalui Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 263 Tahun 2026. SK tersebut menjadi basis legal bagi mahasiswa dalam proses penyetaraan ijazah luar negeri. Adapun mitra yang digandeng mencakup institusi top dunia, yakni Victoria University (Australia), Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) Jepang, serta National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIA UB, Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., menjelaskan bahwa konsistensi FIA dalam menjalankan program ini telah teruji sejak tahun 2006. Skema yang diterapkan adalah satu tahun menempuh studi di MAB UB dan satu tahun berikutnya di universitas mitra.
“Mayoritas mahasiswa merupakan penerima beasiswa bergengsi, seperti beasiswa BAPPENAS yang bekerja sama dengan JICA serta Australia Awards,” tambah Dr. Fadillah.
Senada, perwakilan tim pengelola program, Yusri, mengungkapkan antusiasme mahasiswa tetap tinggi. Untuk tahun 2026 ini, tercatat ada tujuh mahasiswa MAP yang telah siap bertolak ke Negeri Sakura pada September mendatang.
Di sisi lain, Ketua Pusat Kerjasama Pendidikan Internasional Bergelar UPT Global Partnership and Reputation UB, Dadang Meru Utomo, Ph.D., menekankan bahwa program akademik berganda ini dikelola secara terpusat untuk menjamin mutu. “Ini adalah pintu bagi seluruh mahasiswa UB untuk memperluas cakrawala akademik dan meningkatkan rekognisi di level global,” pungkas Dadang. [mut.wwn]


