26 C
Sidoarjo
Thursday, March 12, 2026
spot_img

Dinas PU Jatim Percepat Penyelesaian 8 Paket Perbaikan Jalan dan Jembatan

Surabaya, Bhirawa

Pasca-libur Lebaran 2026, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk segera menyelesaikan lima paket pekerjaan perbaikan jalan dan tiga paket pergantian jembatan.

Komitmen ini disampaikan Kepala Seksi Rekayasa Teknik Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jatim, Haniffan Daruquthni Baihaqi, saat dikonfirmasi pada Kamis (12/3).

“Lima paket pekerjaan yaitu di Ponco-Jatirogo, Kasiyan Jember, Arjosari Purwantoro Pacitan, Pajeng Nganjuk dan Legundi. Selain itu, untuk pembangunan jalan, ada paket pekerjaan untuk meneruskan pembangunan Jalan yang menuju Pasar Induk Puspa Agro,” cetusnya.

Paket-paket perbaikan jalan ini direncanakan rampung dalam waktu tiga hingga enam bulan ke depan, dengan anggaran yang diambil dari APBD Jatim 2026.

Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena kondisi jalan yang rusak parah akibat banjir musiman dan lalu lintas berat, yang selama ini menghambat distribusi komoditas pertanian seperti padi dan tebu di wilayah timur Jatim.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, kerusakan infrastruktur jalan berkontribusi hingga 15 persen terhadap penurunan produktivitas UMKM di sektor agroindustri sepanjang 2025.

Sementara itu, Haniffan menambahkan bahwa dinasnya juga menangani tiga paket pekerjaan pergantian jembatan. “Tiga paket pekerjaan untuk pergantian jembatan tersebut di Jembatan Senthong di Kabupaten Bondowoso. Lalu, Jembatan di ruas Tongas dan Lumbang-Sukapura. Total ada enam jembatan kecil yang kami akan ditangani,” urainya.

Berita Terkait :  Bupati Gresik dan Wabup Ajak Guru SR Studi Tiru ke CT Arsa Foundation

Ketiga paket jembatan ini menargetkan perbaikan enam jembatan kecil. Jembatan Senthong di Bondowoso, misalnya, sering ambruk akibat muatan truk pengangkut kelapa sawit, sementara jembatan di Tongas (Probolinggo) dan Lumbang-Sukapura (Probolinggo) vital untuk akses nelayan dan petani hortikultura.

Pekerjaan ini diharapkan meningkatkan konektivitas antar-kabupaten, mendukung ekspor komoditas Jatim yang mencapai Rp120 triliun pada 2025 jika merujuk pada data Kementerian Perdagangan, serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal hingga 10% melalui distribusi yang lebih lancar.

Haniffan menekankan bahwa percepatan proyek ini bagian dari program prioritas Gubernur Jatim untuk pemulihan ekonomi pasca-Lebaran, dengan melibatkan kontraktor loka guna menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Kami targetkan semua paket selesai sebelum akhir 2026, agar masyarakat bisa menikmati infrastruktur yang aman dan andal,” tambahnya.  [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!