Gresik, Bhirawa — Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik Pos Menganti menanggapi dua laporan penyelamatan dalam sehari, Rabu (19/8/2026). Tugas pemadam kebakaran tidak hanya sebatas memadamkan api, melainkan juga menangani gangguan teknis hingga ancaman sarang hewan yang membahayakan warga.
Penanganan Pertama: Rolling Door Tersangkut
Pagi hari, laporan masuk melalui layanan darurat 112 pada pukul 07.46 WIB, terkait kendala pada pintu rolling door di Jalan Raya Boteng No. 1, Dusun Kecipik, Desa Boteng, Kecamatan Menganti. Pelapor, Felia yang bekerja di lokasi, menyebutkan kunci pintu tersangkut sehingga pintu tidak dapat dibuka.
Laporan segera diteruskan ke Damkar Pos Menganti. Lima personel berangkat pukul 07.50 WIB dan tiba di lokasi pukul 08.01 WIB. Perwira Piket Damkar Kabupaten Gresik, Mangara C. A. P., S.STp., M.A.P., menjelaskan petugas terlebih dahulu menilai kondisi lapangan, lalu berupaya membuka pintu dengan peralatan yang tersedia, dibantu juga oleh ahli kunci yang dipanggil pihak pengelola toko. Upaya berhasil dan pintu dapat dibuka kembali.
Penanganan selesai pukul 08.20 WIB. Satu unit mobil pompa dikerahkan dengan personel Riduwan, Rozaq, Sayyid, Rayhan, dan Desi.
Penanganan Kedua: Evakuasi Sarang Tawon
Pada malam harinya, pukul 19.15 WIB, laporan kembali masuk dari Yori yang melaporkan adanya sarang tawon di atas rumah yang tidak dihuni di Kavling Zidan Regency, RT 12/RW 33, Dusun Bibis Kulon, Desa Menganti. Yori memilih tidak menangani sendiri demi menghindari risiko tersengat dan segera melaporkan ke petugas.
Empat personel berangkat pukul 19.19 WIB dan tiba di lokasi pukul 19.41 WIB. Setelah menilai kondisi, petugas langsung melakukan evakuasi sarang tawon. Perwira Piket Damkar Kabupaten Gresik, Bakti Darmawan, S.STp., menyatakan evakuasi berjalan lancar dan kondisi dinyatakan aman pukul 20.16 WIB. Personel yang dikerahkan adalah Irwan, Dicky, Sayyid, dan Rayhan dengan satu unit mobil pompa.
“Dua kejadian ini menunjukkan bahwa tugas Damkar tidak hanya memadamkan api. Gangguan fasilitas yang menghambat aktivitas, hingga keberadaan sarang tawon yang mengancam keselamatan warga, semuanya menjadi bagian dari layanan penyelamatan yang kami tangani,” pungkasnya. [kim.kt]



