DPRD Jatim, Bhirawa – Beroperasinya Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Kabupaten Tuban mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni.
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat hilirisasi gas bumi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Legislator Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Bojonegoro-Tuban itu menilai investasi di sektor energi tidak hanya harus mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Investasi seperti ini patut kita apresiasi. Hilirisasi gas bumi bukan hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sri Wahyuni, Senin (6/7/2026).
Sri Wahyuni mengatakan, kehadiran industri strategis seperti Mini LNG Plant diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian daerah, serta mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri.
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai proyek, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, Sri Wahyuni mendorong agar perusahaan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) secara berkelanjutan.
“Masyarakat sekitar juga harus merasakan manfaatnya melalui kesempatan kerja, peningkatan kapasitas SDM, maupun tumbuhnya ekonomi lokal,” tegasnya.
Ia berharap beroperasinya Mini LNG Plant menjadi momentum berkembangnya industri hilir gas bumi di kawasan Bojonegoro-Tuban.
Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya menjadi daerah penghasil energi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM, fasilitas yang dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah mempercepat hilirisasi gas bumi agar memiliki nilai tambah lebih tinggi sekaligus mendukung target swasembada energi nasional.
Mini LNG Plant tersebut memanfaatkan pasokan gas dari Lapangan Sumber yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Dalam setahun, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sekitar 55.300 ton LNG, 9.800 ton LPG, 19.600 barel kondensat, serta 21.000 ton COâ‚‚ cair.
“Pemerintah menilai proyek ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan gas bumi domestik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai tambah bagi kebutuhan energi nasional,” kata Bahlil. [geh.kt]


