Kediri, Bhirawa – Pemerintah Kota Kediri bersama masyarakat melakukan aksi bersih-bersih Sungai Kedak di Kelurahan Bujel Gang IV, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (26/6).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memulihkan kualitas sungai yang mengalami pencemaran sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, aksi bersih sungai ini dilakukan setelah adanya ekspedisi di enam titik sungai yang berada di wilayah Kota Kediri. Hasilnya, seluruh titik ditemukan mengalami pencemaran dengan tingkat berbeda, mulai dari sedang hingga berat.
“Sungai Kedak ini masuk kategori tercemar sedang. Karena itu kita ingin berupaya mengembalikan kesehatan sungai dengan kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar sungai,” ujarnya.
Menurut Vinanda, kondisi sungai yang tercemar dapat memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya warga yang masih memanfaatkan sungai dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, menjaga kebersihan sungai menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat yang kehidupannya masih berkaitan dengan sungai terdampak, karena sungai yang tercemar dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat,” katanya.
Ia berharap kegiatan bersih-bersih Sungai Kedak tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal tumbuhnya kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Harapannya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat di sekitar sungai agar tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian ini menjadi upaya bersama untuk meningkatkan komitmen menjaga kelestarian sungai,” tandasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui langkah sederhana.
“Kita ingin mengedukasi masyarakat, memberikan contoh baik bahwa kita tidak perlu melakukan langkah-langkah besar. Cukup langkah-langkah kecil yang kita usahakan bersama hingga menjadi kenyataan,” ujarnya.
Indun berharap kegiatan tersebut dapat membentuk kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke sungai.
“Semoga dengan kegiatan ini kita dapat mengedukasi masyarakat untuk minimal tidak membuang sampah di sungai,” pungkasnya. [van.nov.kt]


