Jombang, Bhirawa
Penelusur sejarah yang juga Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif menyerahkan foto Kek Suro atau Mas Kiai Suro Sentono yang merupakan tokoh saksi kunci kelahiran Sang Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Jombang, Sumrambah.
Penyerahan foto itu dilakukan pada peringatan Bulan Bung Karno dalam acara ‘Sarasehan Sejarah Kelahiran Bung Karno Di Ploso Jombang’ di Kantor DPC PDI-P Kabupaten Jombang, Senin malam (01/06).
Cak Arif selaku penemu foto tersebut mengatakan, penyerahan foto Kek Suro kepada Sumrambah sebagai bentuk rasa terimakasih karena DPC PDI-P Kabupaten Jombang telah memfasilitasi kegiatan sarasehan.
“Selain itu dengan foto tersebut juga sebagai pengingat bahwa Bung Karno lahir di Ploso Jombang pada tanggal 6 Juni 1902,” kata Cak Arif.
Cak Arif menjelaskan, foto Kek Suro bersama sejumlah tokoh termasuk Raden Djamiloen itu didapatkan dari Sulisyono Imam Jayaharja, warga Kabuh Jombang. Pada bagian bawah foto itu terdapat tulisan ‘Koenjoengan Raden Djamiloen ke Broemboeng 1925’.
Cak Arif menyampaikan, yang dimaksud Broemboeng itu saat ini adalah Desa Mangunan, Kabuh, Jombang.
“Kek Suro ini adalah saksi kelahiran Bung Karno di Ploso Jombang sebagaimana cerita tutur Persada Soekarno Keidiri dan keterangan yang ditulis di buku biografi Bung Karno ‘Penyambung Lidah Rakjat’ tentang kakek tua yang menyambut kelahiran Bung Karno,” beber Cak Arif.
“Kek Suro dilahirkan di Kabuh, Jombang dan pernah menjadi penasehat spiritual Presiden Soekarno di Istana Yogyakarta tahun 1946 sampai 1949. Makamnya ada di Yogyakarta satu kompleks dengan makam H.O.S Cokroaminoto,” bebernya lagi.
Untuk diketahui, DPC PDI-P Kabupaten Jombang bekerjasama dengan TACB Kabupaten Jombang menggelar ‘Sarasehan Sejarah Kelahiran Bung Karno Di Ploso Jombang’ pada Senin malam (01/06).
Pada acara tersebut, sejumlah narasumber berbicara. Seperti, Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, penelusur sejarah, Moch. Faisol, Anggota TACB Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, dan sejarawan yang juga Dosen Unesa Surabaya, Rojil Nugroho Bayu Aji.
Pada kesempatan tersebut, Binhad Nurrohmat mengulas sejarah Bung Karno yang lahir di Ploso pada tanggal 6 Juni 1902.
Lalu, Moch. Faisol mengupas kontroversi penetapan rumah Pandean Gang IV Surabaya sebagai rumah kelahiran Bung Karno.
Kemudian Cak Arif menyampaikan seputar rekomendasi TACB Kabupaten Jombang tahun 2024 untuk penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang sebagai cagar budaya.
Sementara itu, Rojil Nugroho Bayu Aji memaparkan sejarah kelahiran Bung Karno di Kota Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. [rif.kt]


