31 C
Sidoarjo
Thursday, May 14, 2026
spot_img

Program SIKAP Jatim Jadi Inspirasi Nasional di Rakor TPIP-TPID Wilayah Jawa


Beragam Komoditas Hasil Panen Dipamerkan, Kadindik : Cara Jatim Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) memamerkan hasil panen Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP-TPID) Wilayah Jawa Tahun 2026, Rabu (13/5).

Dalam kegiatan bertema “Sinergi Penguatan Produksi Pascapanen dan Distribusi untuk Stabilitas Pangan dan Kesejahteraan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global” tersebut, Pemprov Jatim melalui Dindik Jatim menegaskan dukungan nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional melalui sektor pendidikan.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa Program SIKAP merupakan inovasi yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendorong satuan pendidikan mengoptimalkan pemanfaatan lahan menjadi area produktif, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun peternakan.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil, namun juga menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang kontekstual dan bermakna,” ujar Aries.

Dalam bazar pameran hasil panen program SIKAP yang digelar di Ballroom Hotel Westin Pakuwon Indah, Surabaya, berbagai jenis komuditas dan hasil peternakan diperjual belikan. Misalnya seperti pisang Cavendish, telur omega, jahe, Ubi ungu, labu madu, sereh, olahan keripik, terong, kacang panjang, singkong, tomat, cabe, timun, alpukat aligator serta berbagai macam sayuran lainnya. Ada empat cabang dinas yang terlibat dalam bazar ini. Yaitu Cabdin Mojokerto, Cabdin Tulungagung, Cabdin Kediri dan Cabdin Gresik.

Berita Terkait :  Mahasiswa UK Petra Buat Proyek Bisnis Hospitality Bertema "Wonderland"

Dari kegiatan ini, total transaksi penjualan mencapai Rp5.073.000 untuk 20 produk yang dijual dengan kisaran harga mulai Rp4.000 hingga Rp40.000 per item.

Lebih lanjut, Kadindik lulusan IPDN ini mengungkapkan bahwa program SIKAP dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung.

“Kami berharap anak-anak bisa terkoneksi antara materi kurikulum dengan praktik di lapangan. Proses belajar menjadi lebih linier, anak-anak lebih bersemangat dan proaktif, karena mereka tidak hanya duduk di kelas,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Jawa Timur, lanjutnya, terus memberikan dukungan dengan membuka ruang inovasi bagi sekolah-sekolah agar program ini berkembang sesuai karakter dan potensi masing-masing satuan pendidikan.

Melalui SIKAP, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kemandirian, dan kepedulian siswa terhadap ketahanan pangan dan lingkungan sejak dini.

Partisipasi program SIKAP dalam kegiatan rakor wilayah Jawa ini, sejalan dengan upaya Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendukung stabilitas harga dan pengendalian inflasi pangan (volatile food) melalui pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya program SIKAP, diharapkan sekolah mampu menjadi ekosistem ketahanan pangan dan dapat terus berkembang serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Bazar pameran SIKAP mendapat apresiasi positif dan perhatian luas dari para peserta rapat, termasuk para Kepala Dinas Pertanian Provinsi se-Jawa. Salah satu apresiasi mendalam datang dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Budi Santoso yang meninjau langsung berbagai hasil bumi seperti pisang, terong, dan sayuran hasil sekolah-sekolah di Jawa Timur.

Berita Terkait :  Bentuk Generasi Emas, Bupati Kukuhkan Dewan Pendidikan Jombang

Dalam kunjungannya, Budi Santoso menyatakan kekagumannya terhadap kemandirian sekolah dalam mengelola lahan.

“Hasilnya luar biasa, dengan memanfaatkan lahan-lahan yang kosong di halaman sekolah, ditanami pisang, sayur-sayuran, ada cabai, terong, pare, kacang panjang, dan ini bisa menghasilkan,” ujarnya.

Budi juga menambahkan bahwa program ini sangat relevan untuk menjaga ketahanan pangan dan layak menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Saya sangat mengapresiasi sekali dan ini akan kami jadikan contoh nanti kalau saya pulang ke Banten. Banyak di Banten lahan yang kosong yang belum kita manfaatkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, adapun satuan pendidikan yang terlibat dalam bazar SIKAP adalah SMAN 1 Trawas, ??SMAN 2 Trenggalek, ?SMAN 1 Balongpanggang, SMA Muhammadiyah 5 Gresik dan ?SMAN 1 Kedamean.

Berikutnya, SMKN 1 Sidayu, SMAN 1 Sidayu, SMK Muhammadiyah 1,SMK Al Falah, ?SMK Manbaul Ulum, ?SMKN 1 Cerme dan ?SMKN 1 Plosoklaten Kediri. [ina]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!