29.4 C
Sidoarjo
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa


Pemprov, Bhirawa
Jawa Timur menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh Pulau Jawa. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada triwulan I-2026.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, melalui Statistisi Ahli Madya BPS Jatim, Debora Sukitya Rini menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku menyentuh angka Rp888,44 triliun. Sedangkan berdasarkan harga konstan 2010, nilainya mencapai Rp523,66 triliun.

“Perekonomian Jawa Timur pada triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 1,25 persen (q-to-q),” ujar Herum dalam rilis resmi di Surabaya, Selasa (5/5).

Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,85 persen secara q-to-q. Sementara secara tahunan (y-on-y), sektor Jasa Lainnya memimpin pertumbuhan dengan angka 13,44 persen, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,53 persen.

Secara struktur, Industri Pengolahan masih mendominasi ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 31,45 persen.

Di sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) menjadi penyumbang terbesar dengan andil 61,51 persen. Namun, pertumbuhan tahunan tertinggi dari sisi pengeluaran justru datang dari Konsumsi Pemerintah yang melonjak 20,33 persen.

Secara spasial, Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa. Angka pertumbuhan 5,96 persen milik Jawa Timur melampaui capaian provinsi lain di Jawa, seperti Jawa Tengah (5,89 persen), DI Yogyakarta (5,84 persen), Jawa Barat (5,79 persen), Banten (5,64 persen), dan DKI Jakarta (5,59 persen).

Berita Terkait :  Nurrahman, Penggagas Berdirinya Sarana Taman Bacaan di Situbondo

Pemerintah terus memantau struktur PDRB yang tidak banyak berubah, di mana Industri Pengolahan, Perdagangan, Pertanian, dan Konstruksi masih menjadi penopang utama dengan total peran mencapai 69,21 persen dari ekonomi wilayah. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!