33 C
Sidoarjo
Saturday, April 18, 2026
spot_img

Kembali Terima KWP Award, Ketua DPD RI Sultan: Wartawan Itu Sahabat Seperjuangan

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menerima KWP Award 2026 di Jakarta, Kamis (16/04).

DPD RI Jakarta, Bhirawa.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin kembali dianugerahi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) award 2026 kategori Pimpinan Parlemen Penggagas Demokrasi Hijau (green Democracy).

Pada KWP Award 2023, Sultan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil ketua DPD RI pernah dianugerahi KWP Award kategori Senator Kritis Pro Demokrasi.

Sultan mengatakan, KWP award tahun 2026 memiliki makna penting bagi kolaborasi lembaga Parlemen bersama rekan-rekan Pers sebagai pilar utama demokrasi.

“Kami harus menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan KWP sebagai sahabat seperjuangan. Awarding KWP menjadi pertanda baik bahwa demokrasi Indonesia sedang tumbuh dan bersemi,”ujar Mantan wakil Gubernur Bengkulu itu setelah menerima KWP Award 2026 pada Kamis (16/04).

Oleh Karena itu, lanjut Sultan, lembaga Parlemen dan wartawan harus terus bergandengan tangan berkolaborasi mengawal jalannya demokrasi guna mencapai tujuan-tujuan kita bernegara.

“Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kesediaan rekan-rekan wartawan Parlemen yang selama ini mengawal, merekam dan menyebarluaskan kerja-kerja anggota Parlemen khususnya di lembaga DPD RI,” ungkapnya.

Dengan award yang bergengsi dan syarat makna ini, kata Sultan, kami akan terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dan dukungan moral yang diberikan rekan-rekan KWP dalam menjalankan tugas-tugas konstitusional.

Berita Terkait :  Lindungi Kelompok Rentan dan Entas Kemiskinan, Gubernur Salurkan Bansos Rp12,9 Miliar di Bondowoso

“Kami harap KWP menjadi pioneer institusi pers dalam mengawal jalannya demokrasi konstitusional Indonesia dengan konsisten menjaga marwah journalistic di tengah distrupsi informasi digital,” harapnya.

“Tanpa rekan-rekan wartawan yang profesional demokrasi pasti gaduh dan lumpuh. Tanpa pengawasan lembaga Parlemen yang proporsional, demokrasi menjadi buta,” tutupnya. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!