31 C
Sidoarjo
Wednesday, March 11, 2026
spot_img

Iran: Serangan Rudal Terhadap AS dan Israel Lanjut Selama Diperlukan

Teheran, Bhirawa

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan negaranya sangat siap untuk terus melanjutkan serangan rudal terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Barat selama diperlukan.

Dalam wawancara dengan media AS, PBS News, yang disiarkan pada Selasa (10/3), Araghchi mengatakan serangan AS dan Israel terhadap fasilitas-fasilitas rudal Iran gagal menghentikan serangan balasan Iran.

Dia mengatakan AS dan Israel tidak memiliki “strategi akhir yang realistis”.

“Mereka baru saja mulai menyerang kami secara membabi buta dan menargetkan kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, serta infrastruktur, yang merupakan langkah yang sangat berbahaya,” tutur Araghci.

Mengomentari pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, Araghchi mengatakan hal itu menunjukkan kontinuitas kebijakan Iran yang anti-AS dan anti-Israel serta stabilitas negaranya.

Para pekerja medis berunjuk rasa di depan sebuah rumah sakit yang rusak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026).

Dia pun menekankan bahwa perundingan dengan AS bukanlah pilihan karena Iran sudah merasakan hal pahit ketika melakukan itu. Araghci pun merasa berkomunikasi dengan AS bukan agenda Iran.

Araghchi mengaitkan pula kenaikan harga energi global dengan perlambatan atau penghentian produksi dan transportasi minyak regional akibat “agresi” AS-Israel terhadap Iran, seraya mengatakan Iran “tidak menutup Selat Hormuz” dan “tidak menghalangi navigasi melintasi selat tersebut”.

Berita Terkait :  Camat Kabuh Jombang Benarkan Ada Pendamping Desa Terciduk Ikut Pasang APK Paslon

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota lain di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah.

Dampak regional yang lebih luas dari konflik ini menimbulkan kekhawatiran mengenai gangguan terhadap ekspor minyak dan pasar energi global, terutama karena risiko bagi pelayaran yang melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan Araghchi tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin (9/3) mengatakan serangan militer AS-Israel terhadap Iran akan “segera” berakhir. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!