25 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Hujan Lebat di Willis, Sungai Kuncir Kanan-Kiri Meluap, Tanjungrejo Kabupaten Nganjuk Siaga

Bupati Marhaen datangi penyebab banjir perkotaan.

Pemkab Nganjuk.
Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Ngetos, Sawahan, dan Loceret pada Senin (02/03/2026) petang memicu meluapnya Sungai Kuncir kanan dan kiri. Debit air meningkat cepat, membawa material bambu, kayu, dan sampah yang tersangkut di sejumlah titik jembatan.

Pantauan di kawasan Tanjungrejo, wilayah perkotaan yang padat penduduk, air sungai tampak berwarna cokelat pekat dan menghantam bibir tanggul. Tumpukan material hanyut menekan struktur pembatas dan mempersempit alur, meningkatkan risiko limpasan ke permukiman.

Warga sekitar mengaku debit naik drastis selepas Azhar. “Air datangnya cepat. Suara gemuruhnya terdengar jelas,” ujar seorang warga setempat. Beberapa titik akses jalan dilaporkan mulai tergenang, sementara arus sungai terus deras hingga malam.

Kondisi hulu di Ngetos dan Sawahan yang diguyur hujan lebih dulu diduga mempercepat kiriman air ke hilir Loceret dan pusat kota. Kombinasi intensitas tinggi dan durasi hujan memperbesar peluang banjir susulan apabila hujan kembali turun malam ini.

Dinas PUPR, DLH dan Damkarmat berjibaku bersihkan sampah dan barongan bambu

Suyanto, Kasi Pengairan Dinas PUPR mewakili, Onny Supriyannto Plt Kepala Dinas PUPR mengatakan:

“Curah hujan yang tinggi di kecamatan Sawahan, Ngetos dan Loceret yang membawa material potongan-potongan bambu (barongan), sampah yang hanyut dan menyumpal mulut dam Tanjungrejo menyebabkan debit sungai meluber, melimpas hingga ke jalan dan permukiman penduduk yang ada di sepanjang bantaran sungai Kuncir kanan.” terang Yanto.

Berita Terkait :  Puluhan Personel Gabungan Kawal Kepulangan Ribuan Santri

“Saat ini PUPR dibawah komando BPBD mengupayakan pembersihan timbunan bambu dan sampah dengan menggunakan excavator PC 200, yang diangkut dengan truk sampah DLH di bawa ke TPA.” pungkas Yanto.

Bupati Marhaen usai safari Ramadhan di Pandantoyo, Kertosono langsung meninjau lokasi dam Tanjung dan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR, DLH dan Dinas Damkarmat.

“Ini nanti usai di bersihkan oleh DLH, saya minta ke Damkarmat untuk menyemprot membersihkan genangan lumpur sisa banjir di jalan, sehingga tidak mencelakai orang yang melintas sepanjang jalan Trunojoyo.”terang Kang Marhaen.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Nganjuk, untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai, termasuk jika ada yang menebang pohon pisang atau bambu tolong jangan di buang ke sungai”, himbau Kang Marhaen.

Sumbatan sampah dan barongan bambu membuat limpasan air ke permukiman.

Bentang alam berubah cepat. Jalan tol membelah sawah, kawasan industri tumbuh, dan simpul udara seperti Bandara Dhoho menggeser arus orang dan barang. Pembangunan adalah keniscayaan. Namun air yang tak pernah tunduk pada peta investasi yang menuntut hitungan yang presisi. Tanpa penataan ulang sumber daya air (SDA), kemajuan bisa berbalik menjadi genangan yang mahal.

Mungkin ini adalah alarm di tengah pemerintah daerah bersama DPRD melakukan pembahasan revisi perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Bahwa di dalam perencanaan tata ruang tersebut harusnya tetap berbasis mitigasi dan pengurangan resiko bencana di dalamnya. (dro.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!