27 C
Sidoarjo
Saturday, March 21, 2026
spot_img

One Day One Juz Dorong Pembinaan Spiritual Warga Binaan di Lapas Kediri

Kota Kediri, Bhirawa
Suasana Ramadan di Lapas Kelas IIA Kediri tampak lebih religius. Sejak hari pertama puasa, aktivitas ibadah Warga Binaan meningkat seiring penguatan program pembinaan keagamaan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah.

Salah satu program yang dijalankan secara konsisten adalah One Day One Juz yang diikuti para santri Pondok At-Taubah. Program ini dilakukan secara mandiri, tanpa jadwal baca bersama, dengan komitmen menuntaskan satu juz Alquran setiap hari sesuai kemampuan dan ritme masing-masing santri.

Selain menargetkan capaian bacaan, Program One Day One Juz juga melatih kedisiplinan dan kemampuan mengatur waktu. Para santri menyempatkan diri membaca Alquran di sela kegiatan harian yang telah terjadwal, sehingga tumbuh kemandirian serta kesadaran beribadah tanpa harus selalu diingatkan.

Pembinaan keagamaan juga diperkuat melalui kegiatan mengajar mengaji. Warga Binaan yang memiliki sertifikat guru ngaji dipercaya membimbing santri lainnya. Proses belajar berlangsung sederhana namun hangat, menciptakan suasana saling mendukung di lingkungan pondok.

Bagi sebagian santri, Ramadan menjadi momen refleksi yang bermakna. Seorang Warga Binaan berinisial G mengaku rutinitas One Day One Juz membuat pikirannya lebih tertata dan batinnya lebih tenang. Ia mulai lebih menerima perjalanan hidup yang membawanya hingga menjalani masa pidana.

”Dengan membaca dan mempelajari Alquran, saya bisa menilai kembali keputusan-keputusan masa lalu. Dari situ muncul keinginan untuk berubah dan menjalani hari ke depan dengan lebih baik,” ujarnya, Senin (23/2).

Berita Terkait :  Sebanyak 1.165 Orang Dibutuhkan dalam Formasi PPPK Pemkab Sidoarjo

Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, mengatakan pembinaan spiritual di Pondok At-Taubah diarahkan sebagai ruang refleksi pribadi. Menurutnya, pendekatan ibadah yang dijalani secara sadar dan mandiri memberikan dampak yang lebih kuat bagi perubahan perilaku Warga Binaan.

”Perubahan yang bertahan lama selalu berangkat dari kesadaran dalam diri. Karena itu, pembinaan kami arahkan agar Warga Binaan benar-benar memahami makna ibadah yang dijalani,” kata Solichin.

Melalui Program One Day One Juz dan kegiatan mengajar mengaji, Lapas Kediri berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna selama Ramadan, tidak hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga sebagai sarana membangun pengendalian diri, tanggung jawab, dan refleksi pribadi dalam keseharian. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!