28 C
Sidoarjo
Saturday, April 25, 2026
spot_img

Antisipasi Virus Nipah, Kadinkes Kota Malang Minta Warga Tak Konsumsi Buah Sembarangan

Kota Malang, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Nipah. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, langkah antisipasi dini perlu dilakukan mengingat inang utama virus ini adalah kelelawar yang populasinya masih banyak ditemukan di wilayah Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengemukakan, Virus Nipah memiliki riwayat penyebaran di beberapa negara Asia seperti Malaysia, India, dan Bangladesh. Di Indonesia, risiko penularan tetap ada karena faktor lingkungan dan keberadaan hewan pembawa (reservoir).

”Untuk Indonesia memang belum ada laporan temuan kasus. Namun, kita tetap harus waspada karena inang utama virus ini adalah kelelawar,” ujar Senin (2/2) kemarin.

dr Husnul menjelaskan, penularan virus Nipah tidak terjadi melalui udara (airborne), melainkan melalui perantara makanan yang terkontaminasi. Kelelawar pemakan buah seringkali meninggalkan sisa gigitan atau air liur pada buah yang kemudian jatuh ke tanah.

””Buah yang sudah dimakan kelelawar lalu jatuh atau dimakan binatang ternak yang kemudian dikonsumsi manusia, itu bisa menjadi jalur penularan. Inilah yang harus dipahami masyarakat,” jelasnya.

Terkait gejala, dokter yang pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang ini menyebutkan masa inkubasi virus berkisar antara 3 hingga 12 hari. Gejala awal cenderung mirip dengan penyakit umum lainnya, namun dapat memburuk secara signifikan pada minggu kedua.

Berita Terkait :  Wujudkan Asta Cita, Jasa Tirta I Komitmen Perkuat Komunikasi Publik

Minggu Pertama: Demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Minggu Kedua: Berpotensi berkembang menjadi gangguan neurologis (saraf), gangguan pernapasan, hingga gangguan sistemik berat.

Imbauan untuk Warga

Mengingat Kota Malang masih memiliki populasi kelelawar yang cukup banyak, terutama saat musim mangga, dr Husnul memberikan beberapa poin edukasi kepada warga yakni Hindari Buah Jatuh: Jangan mengonsumsi buah yang jatuh di tanah atau terlihat memiliki bekas gigitan hewan.

Selain itu, juga memasak daging hingga matang: Pastikan pengolahan daging ternak dilakukan dengan sempurna guna meminimalkan risiko zoonosis. Jaga Kebersihan Lingkungan: Segera bersihkan area yang sering menjadi tempat bersarangnya kelelawar.

””Intinya, jangan sembarangan mengonsumsi buah jatuh. Pastikan semua bahan pangan diolah dengan matang,” tandasnya.

Dinkes Kota Malang memastikan kondisi di wilayahnya masih aman dan terkendali. Kendati demikian, pemantauan dan sosialisasi akan terus digencarkan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap ancaman penyakit zoonosis global. [mut.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!