Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi.
Jombang, Bhirawa.
Menyikapi maraknya aksi demonstrasi yang akhir-akhir ini terjadi di dalam negeri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang mengajak semua pihak termasuk pemerintah, untuk menciptakan suasana yang teduh dan tenang.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini marak terjadi aksi demonstrasi di tanah air. Seperti yang terjadi di Pati, Jawa Tengah, Surabaya, maupun di Jakarta.
“Jadi ciptakan suasana yang teduh, yang tenang, ungkapan-ungkapan para pemimpin ini jangan sampai memperkeruh suasana,” ujar Ketua PCNU Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi, Jumat (29/08).
Gus Fahmi juga berharap agar petugas keamanan lebih ‘soft’ dalam menghadapi para peserta aksi demo dan berharap tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh, seperti yang menimpa seorang ojek online (ojol) di Jakarta.
“Kita berharap tidak sampai terjadi ‘chaos’. Misalnya ada demo atau apa, itu kan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Tapi hendaknya mereka juga mengikuti aturan,” ungkap Gus Fahmi.
“Jadi saya kira semuanya hendaknya menahan diri. Jangan sampai jatuh korban lagi seperti yang di Jakarta. Agar tidak terulanglah,” tutur Gus Fahmi.
Lebih lanjut Gus Fahmi jiga berharap, para pejabat juga agar ‘tahu diri’ di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Wajar kalau situasi ekonomi seperti ini rakyat menuntut. Katakan masalah pajak. Kalaupun naik ‘ojo nemen-nemen’. Jangan ingin menambah pemasukan negara tapi lewat memperberat beban rakyat. Kenapa tidak misalnya contoh (dari) gaji pejabat,” kata Gus Fahmi.
“Gaji DPR dinaikkan apalagi hanya untuk ‘ngontrak’ rumah saja 50 Juta, dan itu diekspos besar-besaran. Rakyat ini kan emosi. Kan marah, situasi begini kok, apalagi joget-joget dan sebagainya,” imbuh Gus Fahmi.
Kemudian kepada para pihak yang memilih jalan aksi demontrasi untuk menyuarakan aspirasinya, Gus Fahmi pun berharap mereka berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Jangan merusak. Dan juga hati-hati agar tidak ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucap Gus Fahmi.
Sementara itu, salah satu tokoh Jombang yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jombang, Joko Herwanto S.Sos memandang, adanya fenomena aksi demonstrasi di berbagai daerah, seperti di Pati, di Jakarta, dan rencana aksi demo tanggal 3 September 2025 menandakan bahwa Indonesia saat ini dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
“Banyak persoalan, banyak PR, apakah itu terkait dengan aspek ekonomi, korupsi, ketidakadilan, ketimpangan sosial dan sebagainya, itu kondisi yang hari ini menjadi keprihatinan kita bersama,” ungkap Joko Herwanto.
Menurut Joko Herwanto, menyampaikan pendapat, aspirasi, berkumpul, melakukan unjuk rasa, asalah hak seluruh warga negara.
Namun tentu kata dia, semua diatur melalui aturan perundang-undangan yang ada.
“Dengan tetap memahami itu semua, maka harapannya apapun aksi yang dilakukan tetap menjaga norma, ketertiban, keamanan. Sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang lain, terkhusus pada masyarakat,” ujar dia.
Masih menurut Joko Herwanto, hari ini dunia, Indonesia, provinsi dan daerah menghadapi persoalan yang tidak kalah pelik, yaitu masalah ekonomi.
Dikatakannya, kondisi ekonomi dunia tidak baik-baik saja serta angka pengangguran terbuka demikian besar dan lebar.
“Maka harapannya adalah adanya iklim investasi yang baik. Yang bisa mendatangkan investor-investor masuk, membuka lahan usaha baru, menyerap tenaga kerja angka pengangguran, yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan warga anak bangsa,” ulas Joko Herwanto.
“Dan itu membutuhkan cipta kondisi yang baik, termasuk bagaimana kestabilan politik, kestabilan sosial, ketertiban dan keamanan, itu menjadi bagian pertimbangan yang tidak terpisahkan bagi para investor untuk masuk menanamkan modalnya, membangun usaha di suatu daerah,” pungkas Joko Herwanto.(rif.hel)


