Trenggalek, Bhirawa
Warga di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memanfaatkan kebun wisata petik melon sebagai alternatif berburu buah segar untuk menu takjil berbuka puasa selama Ramadhan.
Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi yakni kebun melon Sorsow Garden di Desa Parakan, Kecamatan Trenggalek, yang menawarkan pengalaman memetik langsung buah melon dari pohonnya.
Pemilik Sorsow Garden, Ubay Mustaqim, Jumat, mengatakan kebun tersebut menyediakan tiga varietas melon premium yang dapat dipilih pengunjung, yakni Petravany, The Blues, dan Sunny atau Sunnydew.
“Setiap jenis memiliki karakter berbeda, baik dari warna kulit maupun tekstur daging buahnya. Namun untuk rasa relatif sama-sama manis,” katanya.
Ia menjelaskan melon Petravany memiliki kulit kuning dengan daging buah berwarna jingga, sedangkan The Blues berkulit hijau dengan daging buah jingga. Sementara Sunny atau Sunnydew memiliki kulit putih tulang dengan daging buah berwarna jingga.
Menurut Ubay, tingkat kemanisan melon yang dipanen dari kebunnya rata-rata di atas 14 derajat brix, lebih tinggi dibanding melon yang banyak beredar di pasaran yang umumnya berada pada kisaran 9 hingga 10 derajat brix.
“Kalau belum mencapai 14 derajat brix biasanya kami tunda panennya beberapa hari hingga satu minggu agar rasa manisnya maksimal,” ujarnya.
Melon yang diproduksi di kebun tersebut tergolong melon premium yang biasanya dipasok ke sejumlah supermarket dengan harga sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Namun di kebun tersebut dijual lebih terjangkau sekitar Rp25 ribu per kilogram.
Ubay menambahkan panen melon di kebunnya berlangsung sekitar tiga bulan sekali. Menjelang masa panen, pihaknya biasanya menginformasikan kepada pelanggan melalui media sosial agar dapat melakukan pemesanan lebih awal.
Pengunjung juga diperbolehkan menandai buah melon yang dipilih sebelum masa panen untuk kemudian dipetik sendiri saat sudah matang.
Selain menawarkan pengalaman memetik buah secara langsung, melon yang dipanen dengan tangkai utuh juga dapat bertahan cukup lama.
“Kalau dipetik dengan tangkainya, melon bisa bertahan hingga sekitar 30 hari di suhu ruang. Kalau disimpan di kulkas bisa lebih lama lagi,” katanya.
Salah satu pengunjung, Tamara Anisah Zain, mengaku sudah beberapa kali datang ke kebun tersebut untuk memetik melon secara langsung bersama rekan kerjanya.
Menurutnya, memetik langsung dari kebun memberikan kepastian kualitas buah yang akan dikonsumsi.
“Kalau di pasar kadang kita tidak tahu kualitasnya. Di sini bisa lihat langsung dari pohonnya sehingga lebih yakin,” ujarnya.
Ia menambahkan buah melon sering dipilih sebagai menu berbuka puasa karena rasanya segar dan dapat membantu menghilangkan rasa haus setelah seharian berpuasa.
“Selain untuk takjil, melon juga sering kami beli untuk suguhan saat Lebaran atau dibawa sebagai buah tangan,” katanya. [ant.kt]


