28 C
Sidoarjo
Friday, July 12, 2024
spot_img

Menyemai Budaya, Membangun Pondasi Peradaban

Catatan Milad Ke-33 Unisa Yogyakarta

Oleh :
Wahyu Kuncoro
Wartawan Harian Bhirawa

Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama di Indonesia yang didirikan oleh Persyarikatan ‘Aisyiyah. Lantaran itu, kiprah Unisa Yogyakarta tidak bisa dilepaskan dari kiprah ‘Aisyiyah sebagai sebuah organisasi perempuan besar yang telah menunjukkan karya nyata dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Hadirnya Unisa Yogyakarta hingga menginjak usia ke-33 ini, sekaligus juga merupakan bentuk penegasan Pergerakan ‘Aisyiyah dalam berkontribusi pada penyelesaian persoalan bangsa dengan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan tinggi.

Unisa Yogyakarta sebagai bagian dari masyarakat pendidikan pada jenjang tertinggi, seperti dikatakan Djoko Santoso (2005), menjadi wajar apabila menjadi garda terdepan dalam penegakan tata nilai, sebagai dasar untuk menciptakan masyarakat jujur dan cerdas. Sesuai dengan sifatnya, dinamika di dalam kampus akan mengalir terus sebagaimana ilmu pengetahuan yang senantiasa selalu terbarukan sejalan dengan kemajuan cara berpikir manusia.

Kampus adalah satu-satunya lembaga yang proses pembaruan sumber daya insaninya berubah dengan cepat, karena mahasiswa selalu berganti dalam kurun waktu ke waktu harus berubah sesuai dengan perubahan keadaan masyarakat di luar kampus.Di sisi lain, kemajuan ilmu pengetahuan juga berjalan dengan cepat yang senantiasa harus diantisipasi oleh masyarakat kampus. Jika mahasiswa yang diluluskan ternyata kedaluwarsa, sulit bagi mereka untuk bekerja di masyarakat, apalagi sebagai pelopor pembuat pekerjaan baru di masyarakat.

Meneguhkan Peran Budaya
Bahwa budaya yang diciptakan di dalam kampus ini nantinya akan dibawa oleh para lulusan keluar di masyarakat. Interaksi mereka dengan masyarakat di luar kampus akan menjadikan bentuk baru dari masyarakat yang lebih besar. Namun jika budaya di suatu kampus sangat dominan, tidak mustahil mereka akan dapat menciptakan bentuk masyarakat yang merefleksikan asal dari kampusnya. Pengertian semacam ini membuat tanggung jawab atas perkembangan budaya bangsa menjadi besar. Jika masyarakat kampus senantiasa tidak dapat meletakkan dasar budaya yang dijadikan rujukan, sulit bagi bangsa tersebut untuk bisa memerankan jati dirinya secara bermakna di lingkungan antar bangsa.

Berita Terkait :  Pajak dan Kian Mahalnya Biaya Kuliah

Dalam hal ini, kita sangat sepakat dengan pandangan bahwa pendidikan harus mampu membuat masyarakat jujur dan cerdas. Dengan masyarakat yang jujur dan cerdas niscaya akan mampu membawa suatu bangsa menjadi bangsa yang bermakna bagi umat manusia. Ke depan bentuk masyarakat yang kita inginkan ialah masyarakat jujur dan cerdas.

Masyarakat jujur ialah masyarakat yang anggota masyarakatnya berani menyampaikan sesuai kenyataan (tidak berbohong). Kejujuran memungkinkan seseorang untuk melakukan evaluasi diri dengan baik karena berani mengakui kekurangannya dan siap untuk memperbaiki.Di sisi lain, kejujuran akan menjadikan kemampuan untuk menyatakan kelebihannya.

Masyarakat cerdas artinya merupakan masyarakat yang berdaya. Sehingga mampu mandiri dapat menerapkan demokrasi dengan benar dan memiliki budaya tahu peradaban dan tanggap terhadap perubahan. Masyarakat cerdas hanya dapat dibentuk melalui pendidikan yang benar. Pendidikan yang benar ialah pendidikan yang mampu membuat seseorang menjadi dapat berkreasi atau berinovasi secara maksimal sesuai dengan potensi masing-masing.Dengan demikian, kombinasi antara kejujuran dan kecerdasan ini diharapkan akan mampu melahirkan masyarakat Indonesia yang lebih beradab.

Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara menggariskan bahwa tujuan pendidikan itu esensinya adalah kita bisa merdeka dan berbudaya. Kalau kita belajar secara lengkap apa yang dituliskan oleh Ki Hajar Dewantara, esensi dari pendidikan adalah menyiapkan insan merdeka yang berdikari dan tidak bergantung pada orang lain, serta mampu menentukan masa depannya sendiri. Bahwa perguruan tinggi tetap dituntut untuk bisa menghasilkan lulusan yang sesuai dengan zaman. Hal itu tersebut untuk menjawab dunia yang kini dipenuhi oleh inovasi teknologi di berbagai bidang.

Berita Terkait :  Selamatkan Indonesia dari Darurat Judi Online

Bahwa fokus utama dalam pembangunan 5 tahun kedepan ini yaitu pengembangan SDM untuk membangun manusia yang unggul agar Indonesia maju. Tujuan utama seperti tertera di dalam Undang-undang Dasar, yaitu beriman, bertakwa kepada tuhan YME, berakhlak mulia, berintegritas, dan jujur adalah pondasi penting agar menjadi insan yang berbudaya.Ini adalah esensi yang paling mendasar, dimana kreatifitas dan inovasi, serta bergotong royong sebagai spirit bangsa Indonesia yang harus terus diasah, karena semakin lama semangat gotong royong ini mungkin akan semakin aus dengan budaya global yang merasuk di lini kehidupan kita.

Dan paling penting adalah wawasan keberagaman, mengapresiasi keberagaman, serta membangun persatuan kesatuan bangsa. Kalau kita simak bahwa dari kesemuanya, budaya ada di setiap elemen. Karenanya, penting bagi ilmu budaya untuk membangun peradaban yang memiliki spirit dari merdeka belajar, sehingga pendidikan tinggi semakin berkualitas dan memerdekakan, membebaskan insan untuk berpikiran luas, berwawasan luas, bisa menerima perbedaan, serta bisa berargumentasi dengan logis.

Semakin Berkontribusi
Eksistensi perguruan tinggi Islam termasuk di dalamnya adalah Unisa Yogyakarta sungguh memainkan peran penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu masyarakat, seperti digambarkan dalam Tri Dharma Perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Dengan dharma pendidikan, perguruan tinggi diharapkan dapat mengatur dan mengelola dalam rangka pencerdasan masyarakat dan transmisi ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Dengan

dharma penelitian, perguruan tinggi Islam diharapkan dapat mengelola dan melakukan temuan-temuan baru ilmu pengetahuan dan inovasi peradaban.

Dengan dharma pengabdian pada masyarakat, perguruan tinggi diharapkan dapat mengatur dan melakukan pelayanan masyarakat untuk ikutmempercepat proses peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyarakatdengan harapan memperoleh feedback dari masyarakat tentang tingkat kemajuan dan relevansi ilmu yang dikembangkan perguruan tinggi itu.

Idealnya ketiga peran dharma perguruan tinggi tersebut, dapat diatur dan berjalan serempak dan saling terkait (sinergis), sehingga peguruan tingi Islam tidak boleh hanya berperan dalam sebagian dharma dan meninggalkan yang lain; namun, di dalam kenyataannya ketidakseimbangan peran itu seringkali terjadi. Di sinilah dibutuhkan peran pemimpin dan manajemen perguruan tinggi Islam yang mampu mengatur dan merealisasikan apa yang direncanakan seperti misi, visi, tujuan dan program kerja yang telah direncanakan.

Berita Terkait :  Lalai Mengelola Pusat Data

Unisa Yogyakarta diharapkan siap berani menghadapi berbagai tantangan. Untuk itulah dibutuhkan pemimpin berkualitas, dalam arti dapat mengatur dan mengelola segala sumber daya yang ada dengan baik. Khususnya dalam penyelesaian masalah yang relatif pelik dan sulit, dituntut kearifan pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik sehingga kampus mampu maju berkembang.

Harapan akan peran besar terhadap Unisa Yogyakarta juga menemukan relevansinya bila dikaitkan dengan status akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang diraih di awal tahun 2024 ini.

Akreditasi unggul yang diraih oleh Unisa Yogyakarta merupakan bukti kualitas pendidikan tinggi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi tersebut. Proses akreditasi melibatkan penilaian menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk kurikulum, tenaga pengajar, fasilitas, manajemen, dan kualitas lulusan. Pengakuan Unggul oleh pihak BAN-PT memberi jaminan akan kualitas mutu pendidikan Unisa Yogyakarta.

Publik tentu berharap akreditasi unggul tersebutakan diikuti dengan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dan sekaligus akan selalu diiringi dengan komitmen Unisa Yogyakarta dalam menjaga standar pendidikan tinggi yang tinggi dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan akreditasi unggul, diharapkan Unisa Yogyakarta dapat terus menjadi pusat pendidikan unggul dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, menjadi lulusan yang mampu bersaing di skala nasional maupun internasional.

Selamat Miladke-33 ini, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

——— *** ———-

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru