34.8 C
Sidoarjo
Monday, October 19, 2026
spot_img

Jawaban Pandangan Fraksi DPRD,  APBD Lamongan 2027, Prioritaskan Aspirasi Masyarakat, Infrastruktur hingga Pendidikan

Lamongan , Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menegaskan komitmennya menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 yang selaras dengan aspirasi masyarakat, prioritas pembangunan, serta kemampuan fiskal daerah. Setiap alokasi anggaran diarahkan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan dengan agenda penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (19/10/2026), di Kantor DPRD Lamongan.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Lamongan Kacung Purwanto. Turut hadir Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Lamongan, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lamongan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Menurutnya, pandangan tersebut menjadi bahan penting untuk menyempurnakan rancangan anggaran agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Masukan dari fraksi-fraksi DPRD menjadi bagian penting dalam menyempurnakan RAPBD 2027 agar semakin selaras dengan aspirasi masyarakat, prioritas pembangunan, dan kemampuan fiskal daerah. Kami ingin anggaran yang disusun tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lamongan,” tutur Pak Yes.

Dalam penyampaian jawabannya, Pemkab Lamongan menegaskan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan dilakukan dengan mempertimbangkan potensi yang tersedia. Upaya tersebut dibarengi peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi layanan.

Berita Terkait :  Sinergi Menjaga Pangan Mandiri Bojonegoro

Sementara itu, penyesuaian belanja daerah diarahkan agar program pembangunan tetap berjalan secara terukur, dengan memperhatikan skala prioritas, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan keuangan daerah.

Di sektor infrastruktur, Pemkab Lamongan melanjutkan peningkatan kualitas jalan, jembatan, dan drainase, sekaligus mendorong pemerataan konektivitas antarwilayah melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).

Penguatan ketahanan pangan juga menjadi perhatian melalui rehabilitasi jaringan irigasi, gerakan pangan murah, serta pengelolaan sumber daya air. Langkah ini ditujukan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman banjir dan kekeringan.

Di bidang ekonomi, program UMKM Naik Kelas terus didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, mempermudah perizinan, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Perlindungan terhadap petani juga diperkuat melalui dukungan sarana produksi, pembiayaan, serta pemasaran hasil pertanian. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku sektor pertanian.

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Lamongan mengandalkan sejumlah program prioritas di bidang pendidikan dan kesehatan.

Salah satunya melalui program Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis), berupa pemberian beasiswa bagi masyarakat kurang sejahtera dan/atau berprestasi, mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga strata dua (S2), termasuk bagi penghafal Al-Quran.

Program Perintis ditujukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Berita Terkait :  Nathabumi Milik SIG Sukses Musnahkan 103 Ton Bahan Perusak Ozon

Selain itu, Pemkab Lamongan menjalankan Gerakan Aksi Bersama Integrasi Penuntasan Anak Tidak Sekolah (Aksi Biru). Program ini merupakan upaya mengembalikan anak-anak yang tidak bersekolah ke jalur pendidikan melalui pendampingan dan kolaborasi berbagai pihak.

Sasarannya mencakup anak yang putus sekolah, telah lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, maupun anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.

Di bidang kesehatan, program Lamongan Sehat diarahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, serta mempercepat penurunan angka stunting.

Pemutakhiran data penerima bantuan sosial juga terus didorong agar penyaluran perlindungan sosial semakin tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain pembangunan fisik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemkab Lamongan turut memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Upaya yang dilakukan meliputi pengendalian pencemaran, pemulihan lahan, penambahan ruang terbuka hijau, serta penataan permukiman sesuai tata ruang dengan mempertimbangkan aspek mitigasi bencana.

Berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Pak Yes menegaskan, penyempurnaan RAPBD Lamongan 2027 tetap diarahkan untuk mendukung visi Kejayaan Lamongan yang berkelanjutan melalui 15 program prioritas.

Pemerintah daerah juga berupaya menyelaraskan arah pembangunan Kabupaten Lamongan dengan Asta Cita sebagai agenda pembangunan nasional.

Melalui penyusunan anggaran yang terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Pemkab Lamongan berharap program pembangunan pada 2027 dapat berjalan efektif, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. [yit.kt]

Berita Terkait :  Densus 88 AT Apresiasi Bakesbangpol Kota Surabaya Cegah Radikalisme

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!