Kota Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas perpustakaan sebagai upaya mendongkrak budaya literasi di tengah masyarakat.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri tengah berupaya mendorong seluruh perpustakaan di wilayahnya agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP), seiring dengan pemberlakuan instrumen akreditasi tahun 2025.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menegaskan bahwa perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi lebih dinamis.
“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi telah menjadi pusat literasi, ruang pembelajaran sepanjang hayat, dan ruang inklusi sosial yang mendorong kreativitas serta inovasi,” ujar Chevy, Kamis (20/11).
Chevy menyoroti pentingnya peningkatan kualitas perpustakaan di era digital ini. Menurutnya, dominasi media sosial dan budaya scrolling cepat telah menyebabkan penurunan minat baca, terutama di kalangan pelajar. Oleh karena itu, perpustakaan dituntut untuk menghadirkan layanan yang lebih adaptif, kreatif, dan mampu bersaing dengan arus informasi digital.
“Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, tertarik untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang ada,” imbuhnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Kota Kediri terus berupaya meningkatkan kompetensi para pengelola perpustakaan. Selain itu, pembenahan infrastruktur dan penambahan koleksi buku juga menjadi prioritas.
Chevy optimis bahwa dengan kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, perpustakaan di Kota Kediri akan semakin maju dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Peningkatan kualitas perpustakaan adalah bagian dari komitmen kami untuk memperkuat budaya literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Kediri,” pungkasnya. [van/nov.gat]


